Mudik meneguhkan "ukhuwah qaryatiyah" sebagai pilar bangsa
- 1 jam lalu
Sumarsih (kedua kanan) bersama aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar Aksi Kamisan ke-815 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5/2024). Mereka meminta kepada pemerintah untuk menuntaskan kasus pelanggaran berat HAM secara hukum sesuai amanat reformasi dan memenuhi hak-hak korban dan keluarga korban secara menyeluruh termasuk hak atas kebenaran, keadilan, reparasi dan jaminan ketidakberulangan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Sejumlah aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan Aksi Kamisan ke-815 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5/2024). Mereka meminta kepada pemerintah untuk menuntaskan kasus pelanggaran berat HAM secara hukum sesuai amanat reformasi dan memenuhi hak-hak korban dan keluarga korban secara menyeluruh termasuk hak atas kebenaran, keadilan, reparasi dan jaminan ketidakberulangan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Sejumlah aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan Aksi Kamisan ke-815 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5/2024). Mereka meminta kepada pemerintah untuk menuntaskan kasus pelanggaran berat HAM secara hukum sesuai amanat reformasi dan memenuhi hak-hak korban dan keluarga korban secara menyeluruh termasuk hak atas kebenaran, keadilan, reparasi dan jaminan ketidakberulangan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
BAGUS BIAR KAMU CEPAT MAMPUS.
Selain ada juga yang menyuruh SUPAYA SAYA LEBIH BAIK CEPAT BUNUH DIRI SAJA.
Entah apa sebabnya mereka pada mengharap saya cepat mati, padahal saya makan atau minum tidak meminta kepada mereka, insan yang sudah sukses di didik macam Namrudz Arab, Fir\'aun Mesir, Qorun, Kaisar Romawi atau para pemuda Quraisy pemburu Nabi Muhammad
Hanya saya pribadi menduga mereka pasti mau supaya saya tidak bisa jadi apa-apa, karena tidak ada penduduk di tempat saya berada yang mendukung saya, selain supaya saya tidak bisa dan tidak berani daftar JADI CALEG atau JADI CAPRES DI PEMERINTAHAN INDONESIA.⁰