Jadi kita harapkan untuk momentum Ramadhan ini bisa meningkatkan, khususnya kredit konsumsi,Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu optimistis momentum Ramadhan dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan, khususnya pada sektor konsumsi.
Keyakinan ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pembiayaan yang telah disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni di kisaran 10-12 persen.
Anggito ditemui di Jakarta, Rabu menjelaskan, capaian tersebut diharapkan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat pertumbuhan di bawah 10 persen.
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi faktor musiman yang berpotensi meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat.
Baca juga: Kementerian PKP catat penyaluran kredit program rumah di angka Rp492 M
"Jadi kita harapkan untuk momentum Ramadhan ini bisa meningkatkan, khususnya kredit konsumsi," ucapnya.
Ia menambahkan, kondisi likuiditas perbankan saat ini cukup memadai sehingga mampu menopang peningkatan penyaluran kredit di momen Ramadhan.
Kata dia, dengan dukungan tersebut, sektor perbankan dinilai memiliki ruang untuk melakukan akselerasi pembiayaan, terutama pada periode peningkatan permintaan menjelang dan selama Ramadhan tahun ini.
Lebih lanjut, selain faktor musiman, menurut dia kebijakan pemerintah yang menetapkan cuti bersama dan skema work from anywhere (WFA) juga dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap permintaan kredit.
Baca juga: Purbaya sebut revisi aturan mekanisme kredit kopdes segera selesai
Menurut Anggito, peningkatan aktivitas pariwisata dan konsumsi selama periode tersebut berpotensi mendorong kebutuhan pembiayaan, baik dari sisi individu maupun pelaku usaha yang bergerak di sektor jasa.
"Lagi pula, pemerintah memberikan kesempatan untuk libur cuti bersama, dan WFA yang juga mudah-mudahan bisa meningkatkan permintaan atas jasa pariwisata atau jasa-jasa lain berkaitan dengan konsumsi," kata dia.
Sebelumnya, pemerintah resmi menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA/kerja dari mana saja) pada periode libur Lebaran 2026 dan mengimbau perusahaan untuk tidak memotong jatah cuti tahunan pegawai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci skema WFA berlaku pada tanggal 16 dan 17 Maret 2026 pada arus mudik serta 25, 26, dan 27 Maret 2026 pada arus balik.
Baca juga: ASEI dorong penguatan kerja sama reasuransi kredit di Forum BRICS
“Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa(10/2).
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026