"Berdasarkan hasil pemantauan proyeksi neraca pangan serta evaluasi lapangan yang kami lakukan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, kami sampaikan kondisi produksi pasokan dan stok pangan strategis nasional dalam kondisi cukup aman untuk menghadapi Ramadhan 1447 Hijriah," kata Mentan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, puasa Ramadhan yang diperkirakan berlangsung Februari hingga Maret 2026 dengan Idul Fitri sekitar 20 hingga 21 Maret, menjadi momentum pemerintah memastikan pasokan cukup serta harga terjaga stabil nasional bagi masyarakat luas.
Untuk beras, jagung, bawang merah, cabai, ayam, telur, dan minyak goreng, kebutuhan dipenuhi produksi dalam negeri, sementara kedelai, bawang putih, daging sapi, serta gula didukung impor yang terukur.
Baca juga: Prabowo: Swasembada pangan dan energi jadi fondasi transformasi bangsa
Kementerian Pertanian menyatakan stok komoditas strategis, terutama beras, berada kondisi cukup dengan pemantauan rutin hingga akhir Maret 2026 untuk mengantisipasi lonjakan permintaan musiman nasional selama Ramadhan hingga Lebaran.
Ia menuturkan berbagai langkah ditempuh melalui pengamanan produksi, distribusi dari wilayah surplus ke defisit, kerja sama antardaerah, koordinasi pelaku usaha, serta sistem peringatan dini harga harian nasional bersama badan usaha milik daerah (BUMD) dan swasta terkait.
Dengan operasi pasar dan pengawasan Satgas Pangan, Mentan optimistis ketersediaan serta stabilitas harga terjaga, melindungi konsumen sekaligus petani peternak nasional selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang aman berkeadilan.
Adapun neraca kebutuhan dan ketersediaan pangan nasional untuk periode Februari hingga Maret 2026 menunjukkan angka yang positif. Berdasarkan data terbaru, mayoritas komoditas pangan strategis diproyeksikan mengalami surplus, menjamin ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026