“Kami akan terus pantau kondisi lapangan agar puncak arus balik bisa berjalan dengan aman dan lancar,” kata Listyo dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu.
Saat meninjau rest area atau tempat peristirahatan kilometer 456 di wilayah Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu, Kapolri menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan karena waktu tempuh arus balik lebih pendek dibandingkan arus mudik.
Selain itu, dia mengatakan bahwa pemantauan dilakukan dengan mempertimbangkan pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama arus balik yang bersifat dinamis, dan menyesuaikan hasil penghitungan arus lalu lintas.
Walaupun demikian, dia mengatakan bahwa mulai Minggu (6/4) akan diberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way secara nasional.
Lebih lanjut dia mengemukakan bahwa sebelum one way secara nasional diberlakukan, per Sabtu ini telah diterapkan rekayasa lalu lintas tersebut sebanyak satu kali.
“Data sementara mencatat sekitar 40 persen masyarakat sudah melaksanakan arus balik, dan dengan proyeksi total mencapai 2,1 hingga 2,2 juta orang,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolri mengingatkan pentingnya bagi pemudik untuk waspada terhadap kelelahan akibat mengemudi.
“Satu hal yang selalu saya pesankan, jika mengalami kelelahan, maka jangan dipaksakan. Segera istirahat di rest area (tempat peristirahatan) terdekat,” katanya.
Mengenai tempat peristirahatan atau rest area kilometer 456 di wilayah Salatiga, Jawa Tengah, Kapolri mengatakan bahwa tempat tersebut dapat menjadi pilihan bagi pemudik untuk beristirahat.
“Pelayanan yang ada di rest area ini cukup lengkap, yakni mulai dari tempat parkir, tempat istirahat dengan kursi pijat dan tempat tidur, layanan kesehatan, hingga stan makanan, minuman, dan toilet. Ini sangat membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan jauh,” ujarnya.
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025