Untuk mungkin puncak arus mudik nanti prediksi kami itu ada di tanggal 6 (April) besokJakarta (ANTARA) - Kepala Terminal Kampung Rambutan Yulza Ramadhoni memprediksi puncak arus balik di terminal tersebut akan terjadi pada Minggu 6 April 2025.
"Untuk mungkin puncak arus mudik nanti prediksi kami itu ada di tanggal 6 (April) besok," kata Yulza di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, pada Sabtu.
Prediksi tersebut dibuat karena hari libur Cuti Bersama Idul Fitri 2025 masih akan berlangsung sampai 7 April dan masyarakat yang akan kembali ke Jakarta diperkirakan akan menyisihkan waktu sedikitnya satu hari sebelum kembali bekerja atau menjalankan rutinitas lainnya pada 8 April 2025.
"Biasanya para pemudik itu spare waktu sehari untuk bersiap beraktivitas kembali," kata Yulza.
Baca juga: Tren kedatangan di Terminal Kampung Rambutan terus meningkat pada H+4
Pada puncak arus balik yang diperkirakan akan terjadi pada 6 April besok, Yulza memprediksi jumlah penumpang yang tiba di Terminal Kampung Rambutan mencapai sekitar 8.000 orang.
Jumlah tersebut, kata dia, mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.
"Kalau dari data mungkin nanti sampai dengan 8.000-an penumpang yang akan tiba di arus balik, karena memang trennya bisa dilihat dari data di belakang kami itu trennya memang menurun untuk yang tiba di tahun ini dibandingkan tahun lalu," katanya.
Yulza memperkirakan ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah kedatangan pada arus balik Lebaran tahun ini mengalami penurunan.
Baca juga: Arus balik mulai ramai di Terminal Kampung Rambutan
Salah satunya adalah adanya Program Mudik Gratis yang telah disediakan oleh pemerintah.
"Jadi memang mudik gratis yang diadakan oleh baik instansi pemerintah maupun dari swasta itu mungkin ada pengaruhnya terhadap keberangkatan yang ada di terminal," katanya.
"Artinya dari data tersebut memang menunjukkan trennya itu agak sedikit menurun dibandingkan tahun lalu," kata Yulxa.
Baca juga: Penumpang Terminal Kampung Rambutan yang tiba malam hari bisa manfaatkan Amari
Pewarta: Katriana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025