Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Abd Rakhim Nanda seusai menunaikan shalat mengemukakan pihaknya telah melaksanakan shalat tarawih perdana di Masjid Subulussalam Al-Khoory di area Kampus setempat
Meski sebelumnya pemerintah pusat belum menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijiriah tahun 2024, namun mahasiswa bersama civitas akademika maupun masyarakat umum tetap menunaikan Shalat Tarawih berjamaah.
"Oleh karena 1 Ramadhan 1446 Hijiriah bertepatan 1 Maret 2024, dengan kriteria hisab mengikuti wujudul hilal 4 derajat. Insya Allah, kita yakin ini satu Ramadhan sudah berjalan," ucapnya.
"Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah Ramadhan dimulai sejak Magrib tadi masuk tanggal 1 Ramadhan dan malam ini di Masjid Subulussalam telah dilakukan shalat tarawih malam pertama, dan Insya Allah besok siang kita sudah mulai berpuasa hari pertama," paparnya.
Di tempat terpisah, puluhan jamaah masjid kubah 99 jalan Tanjung Bunga, area lokasi reklamasi Central Poin of Indonesia (CPI) juga terpantau melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Walau pun belum banyak, namun pelaksanaan ibadah berlangsung khusuk..
Baca juga: Sejarah awal umat Islam menjalankan Shalat Tarawih
Baca juga: Singkat atau lama, bagaimana Tarawih sebaiknya ditunaikan?
"Sudah masuk 1 Ramadhan, tadi sudah diumumkan di televisi. Sempat tadi menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, ternyata sudah diputuskan, jadi kami langsung melaksanakan shalat tarawih malam ini," kata Ihwan salah seorang jamaah di masjid setempat.
Dari pantauan, masyarakat juga memadati masjid-masjid untuk menunaikan shalat tarawih pertama. Walaupun masyarakat sempat menunggu keputusan pemerintah terkait penetapan 1 Ramadhan 1446 Hijiriah.
Pemerintah Pusat akhirnya menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijiriah tahun 2025 jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 Hijiriah yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
"Sidang Isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025," ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1446 Hijiriah.
Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyebutkan pada hari rukyat 28 Februari 2025, tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara: 3° 05‘ 55“ atau 3,10 derajat sampai dengan 4° 40‘ 96“ atau 4,68 derajat,” kata Menag.
Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadan 1446 Hijiriah, pada hari rukyat 29 Sya’ban 1446 H atau 28 Februari 2025 , posisi hilal di wilayah NKRI ada yang telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 derajat dan sudut elongasi minimum 6,4 derajat.
Ini sesuai dengan kriteria baru yang ditetapkan MABIMS. Diketahui, pada 2021 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025