"Kita mengantisipasi karena banyaknya program baru Masjid Istiqlal, maka kita naikkan (porsi makanan berbuka puasa) 4.000 boks nasi di sini," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Nasaruddin yang juga Menteri Agama itu juga menjelaskan penyiapan sebanyak 4.000 porsi makanan berbuka puasa ini bertujuan untuk melayani kebutuhan buka puasa para jamaah.
"Iftar (buka puasa) kalau hari-hari biasa di sini paling sedikit 3.000 orang, bayangkan jumlahnya tidak sedikit. Hari Jumat bisa sampai 6.000-10.000 orang tergantung ada event-event tertentu," jelasnya.
Nasaruddin menjelaskan menu makanan berbuka puasa tersebut terdiri atas nasi boks, takjil, kurma, serta air mineral.
"Kebanyakan kita peroleh juga dari sponsor-sponsor, masyarakat, dan instansi," ujarnya.
Nasaruddin juga menyebutkan Masjid Istiqlal siap untuk memfasilitasi masyarakat yang hendak melakukan ibadah iktikaf di masjid selama 30 hari.
Meski demikian, jelas dia, kegiatan iktikaf yang bisa dilakukan selama 24 jam di Masjid Istiqlal baru bisa dilakukan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
"Setiap hari ada kegiatan tadarusan. Biasanya pada 10 Ramadan terakhir akan ada kegiatan 24 jam. Wisata Ramadhan di Indonesia itu luar biasa," tutur Nasaruddin Umar.
Baca juga: Istiqlal pastikan efisiensi anggaran tak ganggu aktivitas ibadah
Baca juga: Masjid Istiqlal siap gelar tarawih perdana Ramadhan 1446 Hijriah
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025