ANTARA - Kepolisian Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjunjung transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum, menyusul kasus kekerasan yang terjadi di Kota Tual, Maluku, yang melibatkan seorang anggota Brimob dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta satu korban lainnya mengalami luka serius dan menjalani perawatan intensif. Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/2) Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri tak segan menindak tegas individu yang bertindak menyimpang. (Aria Cindyara/Anggah/Rizky Bagus Dhermawan/Roy Rosa Bachtiar)