ANTARA - Kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) berpotensi menekan surplus dagang Indonesia yang saat ini mencapai 10,3 persen, dan depresiasi rupiah juga menjadi perhatian, karena dapat dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed. Hal tersebut disampaikan ekonom senior Indef M. Fadhil Hasat, Jumat (4/4).
(Putri Hanifa/Chairul Fajri/Gracia Simanjuntak)
(Putri Hanifa/Chairul Fajri/Gracia Simanjuntak)