Kemacetan ini disebabkan oleh banyak pemudik yang tiba lebih awal dari jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket penyeberangan.
Cilegon (ANTARA) - Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten telah siap menerima limpahan kepadatan pemudik yang kembali ke hilir atau pemilir dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, pada momentum puncak arus balik Lebaran 2025.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Kemas Indra Natanegara saat ditemui di Pelabuhan Merak, Sabtu malam, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan terkait dengan kepadatan kendaraan pemilir dari Bakauheni.

Kalau di Merak, kata dia, tidak ada penumpukan kendaraan. Akan tetapi, kalau di Bakauheni, pihaknya sudah koordinasi dengan Kapolres Lampung Selatan.

"Sudah padat di sana. Jadi, kami sudah siap juga menerima limpahan kepadatan, khusus yang dari Bakauheni menuju Pelabuhan Merak," tuturnya.

Menurut dia, puncak arus balik diprediksi terjadi malam ini.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, pihaknya sudah melakukan gelar personel, khususnya di tempat-tempat bongkaran kapal yang berlabuh untuk mempercepat arus dari Pelabuhan Merak menuju arah Jakarta.

Sistem tiba, bongkar, berangkat (TBB) bahkan sudah dilakukan pada hari Sabtu sejak pukul 20.00 WIB. Dengan sistem tersebut, kapal yang bersandar di Merak hanya membongkar muatan, lalu kembali berlayar menuju Bakauheni tanpa mengangkut kendaraan maupun penumpang baru.

Pemberlakuan TBB itu, kata AKBP Kemas, sebagaimana hasil koordinasi kepolisian dengan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat.

"Dari Pelabuhan Merak, diberlakukan TBB yang ada di Dermaga 4, 5, dan 7 untuk membantu kelancaran yang ada di Pelabuhan Bakauheni," jelas dia.

Baca juga: Kemenko Polkam pastikan arus balik Lebaran 2025 berjalan kondusif

Baca juga: Petugas ASDP Ketapang berkostum Kapten Ferizy hibur pengguna jasa

Dikatakan bahwa TBB tersebut diberlakukan situasional, artinya TBB akan dihentikan jika situasi kendaraan maupun penumpang di Pelabuhan Merak sudah landai sehingga sistem tiba, bongkar, muat, dan berangkat dapat diberlakukan kembali.

Di samping itu, Pelabuhan Ciwandan yang berlokasi sekitar 11 kilometer dari Pelabuhan Merak kembali difungsikan untuk menerima lonjakan jumlah pemilir dari Pelabuhan Bakauheni. Personel kepolisian pun sudah disiagakan di pelabuhan tersebut.

Informasi yang diterimanya, ada empat kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Ciwandan sendiri, khususnya didominasi oleh roda dua.

"Personel ada di sana dari Polsek Ciwandan dan KSKP (Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan) Banten. Sudah kami siagakan personel untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Ciwandan itu," katanya menegaskan.

Sementara itu, arus kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan pada hari Sabtu atau H+4 Lebaran 2025 terpantau mengalami lonjakan signifikan.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika menyatakan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem tunda atau delay system menyusul antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni.

"Arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mengalami lonjakan signifikan. Ribuan kendaraan, terutama minibus, terpantau mengantre masuk hingga 3 kilometer menuju dermaga Pelabuhan Bakauheni," katanya dalam keterangannya di Bandarlampung.

Kepadatan kendaraan terjadi pada hari Sabtu sekitar pukul 18.00 WIB dan dapat terurai 30 menit setelahnya. Kemacetan ini disebabkan oleh banyak pemudik yang tiba lebih awal dari jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket penyeberangan.

"Kebijakan ini diterapkan secara situasional agar kondisi lalu lintas tetap terkendali," ucap Helmy.

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2025