Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) menginstruksikan lurah hingga camat di daerah itu untuk turun ke lapangan dalam rangka mengedukasi warga agar tidak terlibat tawuran pada Ramadhan tahun ini.

"Jika ada kegiatan membangunkan sahur, jangan sampai mengganggu ketenteraman dan ketenangan masyarakat," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pada Ramadhan 1446 Hijriah ini seluruh lurah dan camat di Jakarta Pusat, untuk turun ke lapangan dalam rangka mengedukasi warga terkait pencegahan tawuran.

Mengingat, tawuran pada Ramadhan kata Arifin, kerap terjadi untuk itu edukasi kepada warga perlu dilakukan dalam rangka mencegah hal negatif selama bulan suci itu.

"Saya minta kepada para camat dan lurah untuk mengedukasi warga agar tetap menjaga ketertiban dan kedamaian," ujarnya.

Baca juga: Polres Jakut gandeng ulama cegah tawuran sepanjang Ramadhan

Arifin berharap pada Ramadhan yang segera tiba dapat berlangsung dengan aman dan kondusif, tanpa banyak terjadi tawuran.

Ia juga mengajak warga untuk kompak menjaga lingkungan masing-masing dan berkegiatan yang positif selama bulan penuh berkah itu.

"Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, bulan yang baik untuk beribadah, beramal saleh, berzikir dan membaca Al Quran. Maka, isilah dengan hal-hal yang positif," katanya menambahkan.

Jakarta Pusat memiliki delapan kecamatan dan 44 kelurahan.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan pihaknya meningkatkan patroli di lokasi-lokasi rawan untuk mencegah aksi tawuran dan memberikan rasa aman kepada warga.

“Kami menerjunkan Tim Patroli Perintis Presisi Polrestro Jakpus bersama patroli Polsek setiap hari di tempat rawan tawuran dan jam rawan tawuran," kata Kombes Pol Susatyo.

Baca juga: Polres Jakpus tangkap tiga remaja saat bubarkan tawuran di Cikini

Menurut dia, peningkatan patroli yang dilakukan di lokasi rawan merupakan upaya menjamin rasa aman bagi warga.

Ia mengatakan bahwa aksi tawuran yang terjadi juga dapat dicegah melalui peran dari para orang tua.

Untuk itu, Susatyo mengimbau kepada orang tua mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi kriminal yang dapat merusak masa depan.

"Para orang tua agar menyampaikan kepada anak-anaknya untuk tidak keluar malam hari, tidak melakukan tawuran, serta menjauhi narkoba dan minuman keras. Berikan kegiatan yang positif untuk masa depan putra-putrinya," tegasnya.

Kerap terjadi

Data yang dihimpun ANTARA menyebutkan, selama Ramadhan, wilayah Jakarta sering mengalami peningkatan kasus tawuran. Meskipun beberapa pejabat melaporkan penurunan, data menunjukkan bahwa insiden tawuran tetap terjadi.

Pada Maret 2024, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, menyatakan bahwa tren tawuran remaja saat bulan suci itu telah berkurang dan tidak terdengar lagi.

Namun, pada periode yang sama, Polda Metro Jaya mencatat delapan kali tawuran sejak awal Ramadhan.

Selain itu, pada Maret 2024, polisi melaporkan peningkatan tren "tawuran sarung" di wilayah Jakarta Selatan selama Ramadhan, meskipun secara keseluruhan angka kejahatan menurun.

Pada tahun sebelumnya, Polda Metro Jaya mencatat enam tawuran dalam tiga hari pertama Ramadhan 1444 Hijriah.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025