BPBD Bali imbau warga tetap tenang pasca-letusan Gunung Agung
- 10 Juni 2019
Asap vulkanik keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan Minggu (19 April 2026) 00:00-24:00, Semeru tercatat mengalami 49 kali gempa letusan, satu kali gempa awan panas guguran, dan 18 kali gempa hembusan, sehingga warga diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari kawah. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kyeANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Dua warga beraktivitas dengan latar belakang Gunung Semeru mengeluarkan asap vulkanik, di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan Minggu (19 April 2026) 00:00-24:00, Semeru tercatat mengalami 49 kali gempa letusan, satu kali gempa awan panas guguran, dan 18 kali gempa hembusan, sehingga warga diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari kawah. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kyeANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Asap vulkanik keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan Minggu (19 April 2026) 00:00-24:00, Semeru tercatat mengalami 49 kali gempa letusan, satu kali gempa awan panas guguran, dan 18 kali gempa hembusan, sehingga warga diimbau tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari kawah. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU