Paus sperma terdampar di Kolaka ditangani dengan metode penenggelaman

  • Rabu, 4 Maret 2026 12:53 WIB

Seorang warga menggendong anaknya melihat bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di pesisir pantai Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/3/2026). Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Kolaka menyatakan penanganan dengan metode penenggelaman atau sea burial menjadi satu-satunya cara yang sesuai dengan jarak terdamparnya mamalia tersebut guna memitigasi bau busuk yang sudah mulai muncul. ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom.

Foto udara bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar dan mulai mengeluarkan darah di pesisir pantai Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/3/2026). Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Kolaka menyatakan penanganan dengan metode penenggelaman atau sea burial menjadi satu-satunya cara yang sesuai dengan jarak terdamparnya mamalia tersebut guna memitigasi bau busuk yang sudah mulai muncul. ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom.

Seorang warga mendokumentasikan bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di pesisir pantai Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/3/2026). Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Kolaka menyatakan penanganan dengan metode penenggelaman atau sea burial menjadi satu-satunya cara yang sesuai dengan jarak terdamparnya mamalia tersebut guna memitigasi bau busuk yang sudah mulai muncul. ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait