Lebaran Betawi, harmoni tradisi dan kota global
- 15 April 2026
Seorang warga menggendong anaknya melihat bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di pesisir pantai Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/3/2026). Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Kolaka menyatakan penanganan dengan metode penenggelaman atau sea burial menjadi satu-satunya cara yang sesuai dengan jarak terdamparnya mamalia tersebut guna memitigasi bau busuk yang sudah mulai muncul. ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom.
Foto udara bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar dan mulai mengeluarkan darah di pesisir pantai Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/3/2026). Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Kolaka menyatakan penanganan dengan metode penenggelaman atau sea burial menjadi satu-satunya cara yang sesuai dengan jarak terdamparnya mamalia tersebut guna memitigasi bau busuk yang sudah mulai muncul. ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom.
Seorang warga mendokumentasikan bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di pesisir pantai Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/3/2026). Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Kolaka menyatakan penanganan dengan metode penenggelaman atau sea burial menjadi satu-satunya cara yang sesuai dengan jarak terdamparnya mamalia tersebut guna memitigasi bau busuk yang sudah mulai muncul. ANTARA FOTO/Andry Denisah/tom.