Menkeu: APBN 2026 defisit Rp54,6 triliun per Januari

  • Senin, 23 Februari 2026 13:39 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (depan, tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (depan, kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (depan, kiri) foto bersama sebelum memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (depan, ketiga kiri) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (depan, ketiga kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (depan, kedua kiri) menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (depan, kedua kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (depan, kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (depan, kiri) menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait