Harga cabai rawit sempat melonjak tajam sejak periode Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kalau dilihat secara umum harga sejumlah komoditas pangan mulai menunjukkan tren penurunan, seperti cabai yang sempat menembus hingga sekitar Rp140 ribu per kilogram (kg) kini berkisar Rp90 ribu per kg bahkan di beberapa daerah ada yang Rp40 ribu-an per kg,” kata Eliza kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) pada Kamis, mencatat harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional berada di kisaran Rp87.450 per kilogram.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan periode awal Lebaran ketika cabai di sejumlah daerah sempat menembus di atas Rp100 ribu per kg.
Penurunan harga tersebut mencerminkan mulai membaiknya pasokan di pasar seiring berjalannya periode pascaLebaran.
Menurut Eliza, pergerakan harga pascaLebaran tidak seragam antar komoditas pangan. Ia menjelaskan harga beras relatif stabil, sementara bawang merah justru mengalami kenaikan akibat terganggunya pasokan selama periode Lebaran.
“Kalau harga beras relatif tetap sementara bawang merah justru naik harganya karena ada libur Lebaran yang menyebabkan periode libur petik sehingga pasokan terbatas ke pasar induk,” ujarnya.
Selain faktor pasokan, Eliza menilai gangguan cuaca juga berperan dalam memengaruhi produksi di tingkat petani.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan gagal panen dan penurunan pasokan secara drastis di pasar. Menurutnya, distribusi menjadi faktor penting dalam pembentukan harga, terutama selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Ada hambatan distribusi karena adanya mudik sehingga lalu lintas untuk orang diutamakan dibandingkan barang,” ujarnya.
Sejumlah daerah juga mencatat penurunan harga cabai pascaLebaran. Di Gorontalo, misalnya, harga cabai rawit turun menjadi sekitar Rp85 ribu per kg pada 25 Maret setelah sebelumnya sempat mencapai sekitar Rp120 ribu per kg pada awal Lebaran.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya memastikan ketersediaan pangan pokok relatif aman selama periode Lebaran, termasuk untuk komoditas beras yang ditopang cadangan beras pemerintah.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada awal Maret mencatat sejumlah komoditas hortikultura secara nasional masih berada dalam kondisi surplus hingga April 2026.
Komoditas tersebut antara lain cabai rawit sekitar 105 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, serta bawang merah 57 ribu ton.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa selain faktor produksi, kelancaran distribusi menjadi penentu utama dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Eliza menilai normalisasi harga pangan pascaLebaran sangat bergantung pada pulihnya distribusi dan aktivitas produksi di daerah sentra.
Tren penurunan harga cabai saat ini dinilai menjadi indikasi awal stabilisasi, namun masih memerlukan waktu hingga rantai pasok kembali berjalan normal.
Baca juga: Indef: Kenaikan harga cabai saat lebaran ikuti pola musiman
Baca juga: Kabapanas: Fluktuasi harga pangan saat Ramadhan dan Idul Fitri terjaga
Baca juga: PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp91.700/kg, daging ayam Rp43.900/kg
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026