Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa di Denpasar, Senin, mengatakan terjadi lonjakan signifikan pada 20-22 Maret 2026 saat libur panjang atau momentum Hari Besar Nyepi dan Idul Fitri.
Kunjungan wisatawan ke lokasi wisata tersebut pada Jumat (20/3) mencapai 2.644 orang. Sedangkan pada Sabtu (21/3) mencapai 4.111 orang dan pada Minggu (22/3) mencapai 4.387 orang.
Lonjakan pada dua hari terakhir, menurut dia, didominasi oleh wisatawan domestik yang mencapai lebih dari 3.000 orang per hari.
"Untuk wisatawan domestik dominan berasal dari Surabaya, Jakarta, Bekasi dan Bandung," kata Sumiarsa.
Sehingga dari tanggal 1 hingga 22 Maret 2026 tercatat total kunjungan wisatawan ke Desa Penglipuran mencapai 23.811 orang. Terdiri dari wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 5.098 orang dan wisatawan domestik (wisdom) sebanyak 18.713 orang, yang rata-rata kunjungan hariannya mencapai 1.082 orang.
Dari data tersebut, lanjutnya, wisatawan domestik mendominasi secara signifikan di mana sekitar 78,6 persen dari total kunjungan adalah wisatawan domestik. Sedangkan wisatawan mancanegara hanya sekitar 21,4 persen.
Sumiarsa mengatakan untuk menambahkan pengamalan berwisata di Desa Penglipuran, pengelola mengadakan pertunjukan budaya bertema alam dan manusia.
"Kami di libur panjang ini ada pertunjukan budaya yang bertempat di Hutan Bambu yang berjudul Macan Gading bertema harmonisasi manusia dan alam," katanya.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026