Jakarta (ANTARA) - Jamaah secara antusias memadati Masjid Istiqlal Jakarta untuk mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijariah pada Sabtu. 

Mereka mulai memadati masjid tersebut sejak 06.00 WIB. Sejumlah pejabat, anggota Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, dan duta besar negara sahabat datang ke tempat tersebut sekitar pukul 06.26.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga memasuki Masjid Istiqlal bersama rombongan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang turut mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 H di tempat itu, menyampaikan bahwa Ramadhan tahun ini menjadi kesempatan untuk kembali hidup harmonis bersama alam.

Hal itu, katanya, karena Islam mengajarkan umat tentang relasi dengan Allah, manusia, dan lingkungan.

Baca juga: Muhammadiyah Bali tekankan umat rukun meski waktu Shalat Id berbeda

Ketua MPR Muzani yang juga mengikuti Shalat Id di tempat itu, mengharapkan bangsa Indonesia selalu beroleh perlindungan dan kekuatan.

"Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan kita seluruh bangsa Indonesia mendapatkan perlindungan, kekuatan, dan tetap menjaga kekompakan, persaudaraan, dan persahabatan kita," kata dia.

Dalam Shalat Idul Fitri kali ini, berlaku sebagai imam I KH Ahmad Husni Ismail dan imam II Ahmad Rofiuddin Mahfuzh. Selain itu, bilal I yakni Harmoko dan bilal II Ahmad Achwani.

Khatib Shalat Id, yakni Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan, menyampaikan tema khutbah tentang "Kemenangan Idulfitri: Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan".

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3).

"Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag di Jakarta, Kamis (19/3).

Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah adanya hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, yang menyebutkan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

 

Baca juga: Wapres shalat di Masjid Istiqlal bersama Jan Ethes dan menteri

Baca juga: Lancarkan Shalat Id di Masjid Negara IKN, tol dibuka pukul 04.30 WIta

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026