Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Jumat menyampaikan keputusan itu menjadi bentuk keteladanan pimpinan legislatif dalam menjalankan arahan kesederhanaan dari pemerintah pusat. Dengan begitu, dia tak menggelar open house bagi publik di kediamannya.
Adapun, Surat Edaran (SE) yang diterbitkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta seluruh menteri dan pejabat negara agar tidak terlalu berlebihan saat menggelar open house Lebaran.
SE Mensesneg tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengingatkan seluruh jajarannya untuk memberikan contoh yang baik kepada rakyat Indonesia, terlebih masih banyak warga di Sumatera yang masih dalam suasana bencana.
Selain dari pimpinan dewan, pejabat dari jajaran Kabinet Merah Putih juga mengambil langkah serupa. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan absen menggelar perayaan Idul Fitri, sekaligus berseloroh bahwa keputusan meniadakan open house tersebut adalah upaya pengiritan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri, kepala lembaga, dan jajaran Kabinet Merah Putih tidak melakukan open house saat Hari Raya Idul Fitri dengan cara yang mewah setelah bencana nasional dan krisis global yang sedang terjadi.
Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo meminta para pembantunya untuk memberikan teladan kesederhanaan pada masyarakat dengan tidak berlebihan saat menggelar open house.
"Saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat, tetapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga nggak jalan nanti," kata Prabowo.
Baca juga: Istana sebar surat edaran melarang acara "open house" berlebihan
Baca juga: Prabowo minta jajaran kabinet beri contoh tak gelar "open house" mewah
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026