Pemantauan dilakukan diatas Helipad salah satu hotel di Palembang, Kamis, dipimpin secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel Syafitri Irwan.
"Berdasarkan Kriteria Imkanurrukyah Mabims (Menteri-Menteri Agama Brunai, Indonesia, Malaysia, Singapura) ketinggian Hilal minimal 3 derajat dan Sudut Elongsi minimal 6,4 derajat, maka tanggal 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026," katanya.
Menurutnya hasil Rukyat sore ini, langsung disampaikan kepada Kemenag RI di Jakarta untuk menjadi bahan penetapan tanggal 1 Syawal 1447 H melalui sidang itsbat.
"Penetapan 1 Syawal 1447 Η yang ada hubungannya dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, tetap menunggu Pengumuman Menteri Agama RI," ujarnya.
Adapun kondisi matahari terbenam pukul 18:12:50 WIB. Hilal terbenam pukul 18:23:47 WIB. Azimut matahari 269 derajat 29 menit 38 detik dari utara ke timur.
Kemudian Azimut Bulan 273 derajat 52 menit 40 detik dari Utara ke Timur. Ketinggian Hilal: 2 derajat 15 menit 28 detik di Atas Ufuk Mar'i, sudut elongasi: 5.51 derajat.
Baca juga: Pemantauan hilal 1 Syawal 1447 H di NTT terkendala cuaca berawan
Baca juga: BMKG: Hilal di Malang tak terlihat karena terhalang awan
Baca juga: Pemerintah tetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026