Posko tersebut didirikan oleh beberapa lembaga/instansi, di antaranya oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Tanjung Priok, hingga dari partai politik tertentu.
Pengurus PMI Jakarta Utara Reny A ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, mengatakan organisasinya menyediakan layanan kesehatan mulai tanggal 13 sampai 24 Maret 2026, dengan jam buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.
Adapun, layanan kesehatan yang diberikan kepada para penumpang di antaranya pengecekan tekanan darah (tensi), gula, kolesterol, asam urat, dan lain sebagainya.
“Kalau ada yang tensinya tinggi, kita kasih obat penurunan tensinya. Selebihnya, dia nanti suruh periksa lagi ke puskesmas atau Rumah Sakit (RS) pelabuhan,” ujar Reny.
Tujuan pendirian posko kesehatan tersebut, menurut dia, atas dasar keinginan PMI Jakarta Utara untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat yang tengah melaksanakan mudik.
“Jadi, kalau misalkan dia pas mudik atau ada riwayat sakit atau apa, ya disarankan mudiknya diundur atau bagaimana,” ujar Reny.
Sementara itu, dokter Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan Garda Hita Pramana menjelaskan posko mereka juga menyediakan layanan pengecekan gula, kolesterol, asam urat, serta menyediakan obat-obatan apabila terjadi keadaan darurat.
“Kalau dari tim medis, apabila masih bisa kita tangani, pasti kita tangani sesegera mungkin. Apabila kita bisa memberikan obat untuk selama perjalanan, kita bisa berikan obat. Tapi, apabila memang pasien perlu kita rujuk, apabila ada emergency yang tidak bisa kita tangani disini, kita bisa kita rujuk,” ujar Garda.
Garda menjelaskan, posko kesehatan yang dikelolanya buka selama arus mudik dan balik yaitu mulai tanggal 13 sampai 27 Maret 2025, dengan jam buka selama 24 jam atau seharian penuh.
Saat ditanya alasan pemilihan Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok sebagai tempat membuka posko, ia mengatakan perjalanan mudik dengan menggunakan kapal laut membutuhkan waktu cukup lama, sehingga perlu melakukan monitoring kesehatan bagi penumpang.
“Tanjung Priok ini salah satu titik yang dipilih karena ini satu-satunya pelabuhan penumpang yang ada di Jakarta. Jadi kita fokuskan juga untuk dari kapal itu biasanya kan perjalanan jauh. Jadi, kita bisa memonitoring kesehatannya baik sebelum berangkat atau sesudah dari kapal,” ujar Garda.
Dalam kesempatan itu, Garda mewanti-wanti bahwa selama perjalanan para pemudik untuk dapat menjaga kesehatannya masing-masing, dan mengoptimalkan waktu istirahat.
“Cuacanya lagi mulai musim hujan, panas, hujan, panas. Jadi, tolong diperhatikan juga apa yang dimakan, apa yang diminum. Kemudian, apabila sebelumnya sudah memiliki beberapa penyakit, tolong dicek terlebih dahulu sebelum berangkat. Dan obat-obatan jangan lupa dibawa. Lalu juga obat-obatan emergency yang biasa bisa kita bawa, kita bawa juga,” ujar Garda.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026