“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money),” kata Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Menanggapi adanya isu mengenai perubahan perilaku konsumen yang semula gemar membeli jadi menyewa tas merek dan mewah, Dana menilai masyarakat mulai mempertimbangkan nilai guna dari produk yang dipakai.
Baca juga: Lihat tren dunia 10 menit per hari, kiat buka mata desainer baru
Alih-alih membeli barang mahal yang mungkin hanya dipakai satu atau dua kali saat silaturahmi, mereka memilih menyewa agar tetap tampil prima dengan biaya yang lebih terukur. Dia menyoroti hal tersebut menunjukkan kedewasaan konsumen dalam mengelola anggaran tanpa mengorbankan penampilan.
Menurutnya, tas mewah yang paling banyak diincar merupakan merek-merek desainer lokal papan atas dan merek internasional ternama yang sudah cukup familier di telinga masyarakat.
“Berdasarkan pengamatan kami, merek-merek desainer lokal papan atas dan jenama internasional ternama seperti tas desainer atau busana muslim premium tetap menjadi primadona. Di pasar lokal, karya desainer yang memiliki detail signature atau bahan yang terlihat mewah sangat diminati untuk momen foto keluarga atau open house,” kata Dana.
Dia juga menyebut fenomena itu sebagai solusi pengurangan sampah dan cara untuk mewujudkan fesyen yang berkelanjutan (sustainable fashion). Sebab, konsep sewa menyewa ini selaras dengan prinsip ekonomi sirkular. Dengan menyewa, masa pakai satu produk menjadi lebih panjang karena digunakan oleh banyak orang secara bergantian.
Hal ini secara otomatis menekan produksi berlebih dan membantu mengurangi tumpukan limbah pakaian (landfill) serta dampak mikroplastik dari proses produksi massal.
“Ini langkah positif menuju industri fesyen yang lebih hijau,” kata Dana.
Baca juga: APPMI dan Pitti Immagine perkuat kerja sama di bidang fesyen
Baca juga: APPMI ajak kenalkan warisan budaya lewat fesyen berkelanjutan
Baca juga: APPMI: Tren warna di tahun 2025 bergeser dari minimalis ke maksimalis
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026