Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan kesiapan seluruh moda transportasi selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Berbagai langkah mitigasi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan, termasuk dampak cuaca ekstrem maupun potensi bencana di sejumlah titik rawan.
“Kita berharap transportasi multimoda pada masa Lebaran ini dapat dipersiapkan sebaik mungkin. Berbagai potensi risiko juga telah dimitigasi, termasuk kesiapan tim di sejumlah titik dengan tingkat kerawanan tinggi agar apabila terjadi gangguan dapat segera ditangani,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan pemaparan PT KAI, jumlah perjalanan kereta api yang disiapkan pada masa angkutan Lebaran tahun ini meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total sekitar 49.886 perjalanan kereta api untuk layanan jarak jauh maupun lokal.
Baca juga: Menko IPK tegaskan kesiapan moda transportasi hingga stimulus tol
Selain itu, diperkirakan sekitar 5 juta penumpang akan menggunakan transportasi kereta api selama periode angkutan Lebaran. Khusus di Stasiun Pasar Senen, jumlah penumpang harian diperkirakan mencapai sekitar 24 ribu orang, meningkat dibandingkan hari biasa yang berkisar antara 12 hingga 15 ribu penumpang.
Menko AHY juga menegaskan pemerintah terus mendorong peningkatan akses transportasi bagi masyarakat selama masa mudik, termasuk melalui kebijakan diskon tiket kereta api.
“Sesuai arahan Presiden, pemerintah berupaya meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat selama mudik Lebaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui PT KAI diberikan diskon tiket hingga 30 persen dengan target sekitar 1,2 juta penumpang,” jelasnya.
Selain program diskon tiket, pemerintah juga menjalankan sejumlah program dukungan lainnya, seperti program mudik gratis serta program motor gratis (motis) yang memungkinkan masyarakat mengangkut sepeda motor menggunakan kereta api menuju kampung halaman.
Baca juga: Ini transportasi umum bagi warga yang ingin ke "Eid Mubarak Jakarta"
Menko AHY menekankan peningkatan kualitas layanan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Selain menyiapkan infrastruktur fisik, pelayanan kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan secara humanis dan menyenangkan. Perjalanan mudik bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati menuju kampung halaman,” jelasnya.
Ia menambahkan penguatan transportasi kereta api juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya selama periode mudik Lebaran.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026