Perayaan ini dilakukan setelah para jamaah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan selama genap 30 hari.
Bupati Nagan Raya, Aceh Teuku Raja Keumangan yang juga cucu kandung dari ulama besar kharismatik Aceh, Habib Muda Seunagan kepada wartawan, Kamis mengatakan penetapan 1 Syawal bagi pengikut Tarekat Syathariyah didasarkan pada metode Hisab Bilangan Lima.
"Metode ini sudah digunakan secara turun-temurun di Nagan Raya selama lebih dari 200 tahun," ujarnya.
Menanggapi adanya perbedaan waktu hari raya dengan pemerintah atau kelompok masyarakat lain, Bupati Teuku Raja Keumangan menyatakan hal tersebut bukanlah persoalan baru.
"Di Nagan Raya ini sudah biasa, tidak ada masalah karena sudah berlangsung ratusan tahun. Ada yang menggunakan metode rukyah, ada yang hisab. Bahkan di tingkat nasional pun perbedaan sering terjadi," katanya menambahkan.
Teuku Raja Keumangan mengatakan penetapan hari raya yang lebih awal ini merupakan bagian dari kekayaan tradisi religius di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya, yang terus dilestarikan oleh para pengikut ulama-ulama terdahulu hingga saat ini.
Baca juga: Ribuan korban banjir Nagan Raya terima bantuan daging dari Presiden
Baca juga: Kemenag Nagan Raya Aceh siapkan delapan masjid ramah pemudik
Baca juga: Ribuan warga Nagan Raya Aceh sudah rayakan Idul Adha hari ini
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026