Sebelumnya pada hari itu, Afghanistan dan Pakistan mengumumkan jeda sementara pertempuran mulai Rabu tengah malam untuk menandai berakhirnya Ramadan.
"Itu sebuah perkembangan yang disambut baik," kata Haq kepada wartawan.
Jubir mengulangi seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera serta kepatuhan terhadap hukum internasional.
"Jadi, (jeda) ini sejalan dengan (seruan) itu. Dan kami berharap agar penangguhan selama Idul Fitri dapat diperpanjang," katanya.
Menurutnya, PBB juga mengutuk serangan Pakistan pada Senin (16/3) terhadap pusat rehabilitasi narkoba di Ibu Kota Kabul.
Pada awal Maret, Pakistan meluncurkan serangan udara terhadap tempat yang diduga menjadi persembunyian militan di Provinsi Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Menurut otoritas Afghanistan, puluhan warga sipil tewas dan terluka dalam serangan tersebut.
Sebelumnya pada 26 Februari, Afghanistan melancarkan operasi militer terhadap basis Pakistan yang berada di sepanjang Garis Durand, yakni perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan yang tidak diakui oleh Kabul, untuk membalas aksi pemboman.
Pakistan kemudian mengumumkan peluncuran Operasi Ghazab lil Haq sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai "penembakan tanpa provokasi" oleh Afghanistan di beberapa sektor perbatasan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Afghanistan dan Pakistan sepakat gencatan senjata jelang Idul Fitri
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026