Kepala Pos Pengamanan Gerbang Tol Kalikangkung Semarang AKP Dimas mengatakan sejak pagi hingga sore rata-rata mencapai sekitar 1.500 kendaraan per jam.
Jumlah tersebut, lanjut dia, naik dibanding Jumat (13/3) yang mencapai 900 hingga 1.000 kendaraan per jam.
"Arus sudah mengalami peningkatan, namun masih terkendali," katanya.
Menurut dia, antrean kendaraan yang akan melintas keluar gerbang tol tidak terlampau panjang.
Ia menjelaskan dengan volume kendaraan sebanyak itu, jumlah gardu tol yang dibuka sebanyak 17 unit.
Selain delapan gardu utama, kata dia, pengelola tol juga mengoperasikan sembilan gardu satelit.
Hingga sepekan sebelum Lebaran, kata dia, kendaraan bersumbu tiga atau lebih yang melintas ruas tol dari wilayah barat sudah sangat berkurang.
"Di sejumlah pintu keluar tol sudah dilakukan penyekatan sehingga sudah sangat berkurang yang melintas di gerbang Kalikangkung," katanya.
Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama Masa Angkutan Lebaran 2026 mengatur tentang larangan kendaraan bersumbu tiga atau lebih mulai 13 hingga 29 Maret 2029.
Meski demikian, aturan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan angkutan tertentu, seperti pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), hewan ternak, pupuk, bantuan korban bencana alam, serta barang kebutuhan pokok.
Baca juga: Wakapolri imbau pemudik hubungi 110 jika alami gangguan keamanan
Baca juga: Wakapolri ungkap kecanggihan sistem pengawasan lalu lintas Ops Ketupat
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026