"Persiapan ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelayanan prima kepada para pelaku perjalanan yang akan keluar Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjungkalian," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Rabu.
Sebagai bentuk persiapan, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan rapat koordinasi guna memastikan kesiapan lintas sektor dalam mendukung kelancaran arus mudik serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran.
Mematangkan persiapan menghadapi arus mudik penting dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pihak, mulai dari aspek pengamanan hingga pelayanan publik kepada masyarakat.
"Kita harus memastikan kesiapan secara menyeluruh melalui koordinasi lintas sektor, mulai dari pengamanan, transportasi, layanan kesehatan, hingga pengendalian harga bahan pokok di masyarakat. Semua ini perlu dipersiapkan dengan baik agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Baca juga: Mudik Lebaran, 20 pos kesehatan siaga di jalur tol dan Pantura Cirebon
Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang meminta seluruh daerah memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan dalam menghadapi arus mudik dan momentum Idul Fitri.
Sebagai salah satu titik strategis pergerakan masyarakat, Pelabuhan Tanjungkalian menjadi fokus utama dalam berbagai persiapan menghadapi arus mudik.
"Penyediaan terminal penyangga penting dilakukan untuk memberikan ruang istirahat bagi pengemudi yang menunggu antrean jadwal masuk kapal, sekaligus agar kendaraan tidak mengantre di tepi jalan utama yang bisa membahayakan keselamatan bersama," katanya.
Pada saat terjadi lonjakan jumlah kendaraan yang mengantre, nantinya kendaraan akan ditampung di terminal penyangga di lahan luas yang berada di samping pelabuhan. Di lokasi itu telah disiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk kenyamanan para pemudik.
Selain itu, kata dia, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga telah menyiapkan sejumlah skenario antisipasi untuk mengatasi potensi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penyiapan pos pelayanan dan pos pengamanan terpadu, pelayanan kesehatan, dan penyediaan fasilitas umum bagi para pemudik.
Baca juga: Jasamarga siagakan petugas "motorist" di Ruas MBZ jelang arus mudik
Polres Bangka Barat juga telah menyiapkan sejumlah pos pelayanan dan pos pengamanan di beberapa titik strategis, termasuk di kawasan Pelabuhan Tanjungkalian.
Pos terpadu juga akan melibatkan unsur TNI, Polri, ASDP, serta instansi terkait guna memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Selain itu, pemkab melalui Dinas Kesehatan menyiapkan tenaga medis, ambulans, dan rumah sakit rujukan yang siaga selama 24 jam, sedangkan Dinas Perkimhub memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, mulai dari rambu lalu lintas, marka jalan, lampu peringatan, hingga lampu penerangan jalan umum yang telah dipastikan dalam kondisi baik.
Selanjutnya, Satuan Polisi Pamong Praja mendukung pengamanan dan memastikan ketersediaan fasilitas umum di terminal penyangga, Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan fasilitas kebersihan di titik-titik keramaian, dan BPBD menyiagakan tim reaksi cepat untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Pihak ASDP Pelabuhan Tanjungkalian menyatakan telah menyiapkan belasan kapal feri untuk melayani penyeberangan, termasuk kapal berkapasitas besar.
Masyarakat pelaku perjalanan diimbau untuk membeli tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan guna menghindari antrean kendaraan dan memperlancar proses keberangkatan.
Baca juga: ADSP Bakauheni berlakukan single tarif penyeberangan pada arus balik
Baca juga: 37 bandara siap layani arus mudik Lebaran 2026
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026