"Kami terus melakukan pengawasan bagian mutu pangan dan pengecekan harga daging ataupun pangan lainnya menjelang Hari Raya Idul Fitri," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Selain memeriksa mutu produk pangan, Sudin KPKP Jakarta Timur juga memantau harga daging di pasaran untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar menjelang meningkatnya permintaan masyarakat saat Lebaran.
"Kami juga mengecek harga daging. Jangan sampai harga melambung tinggi atau melebihi harga eceran yang telah ditentukan," ujar Taufik.
Selain itu, dia mengakui, sempat terjadi kenaikan harga daging dalam beberapa hari terakhir. Namun, kenaikan tersebut masih tergolong wajar karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Fitri.
"Kenaikan ada beberapa hari yang lalu, tetapi masih dalam batas normal karena permintaan yang tinggi," ucap Taufik.
Dia menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna memastikan ketersediaan stok daging dan pangan lainnya tetap aman hingga Idul Fitri.
"Untuk stok, kami sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan BUMD. Insya Allah, ketersediaannya aman," tutur Taufik.
Baca juga: Pemprov DKI tidak batasi warga beli pangan murah
Selain di pasar modern, pengawasan juga diperluas ke pasar tradisional dalam waktu dekat.
Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 dan 17 Maret 2026 dengan fokus pada produk peternakan, seperti daging ayam dan daging sapi.
Sudin KPKP Jakarta Timur memastikan menindak tegas apabila ditemukan produk pangan yang tidak layak konsumsi, termasuk daging yang sudah kedaluwarsa.
"Kalau ditemukan, tentu akan kami tindaklanjuti dengan membersihkan atau menyita barang-barang yang tidak layak konsumsi," tegas Taufik.
Lebih lanjut, dia menyebutkan langkah tersebut diambil guna memastikan produk pangan yang beredar di pasaran aman dikonsumsi dan harganya tetap terkendali.
Pengawasan itu dilakukan melalui pemeriksaan langsung di sejumlah pasar modern di wilayah Jakarta Timur, yang menyasar berbagai produk pangan dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Timur secara keseluruhan telah mengambil sebanyak 60 sampel pangan dari lima lokasi pasar modern.
Sampel tersebut terdiri dari 41 sampel komoditas pertanian, 15 sampel komoditas peternakan, dan 4 sampel komoditas perikanan.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta rutin pantau harga pangan untuk deteksi anomali
Rinciannya, di Lotte Grosir Pasar Rebo petugas mengambil 18 sampel yang terdiri dari 10 sampel pertanian, 4 sampel peternakan, dan 4 sampel perikanan. Seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya.
Lalu, di Naga Swalayan Ciracas, diambil 13 sampel yang terdiri dari 9 sampel pertanian dan 4 sampel peternakan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel juga dinyatakan aman.
Kemudian, di Superindo Titanium Square, petugas mengambil 12 sampel yang terdiri dari 9 sampel pertanian dan 3 sampel peternakan. Seluruh sampel tersebut juga dinyatakan negatif dari kandungan zat berbahaya.
Di lokasi lain, yakni Transmart Cijantung, pengawasan dilakukan dengan mengambil 7 sampel yang terdiri dari 6 sampel pertanian dan 1 sampel peternakan. Hasil pengujian juga menunjukkan seluruh sampel aman.
Sedangkan di Hypermart Cibubur Junction, petugas mengambil 10 sampel yang terdiri dari 7 sampel pertanian dan 3 sampel peternakan. Dari hasil pengujian, seluruh sampel juga dinyatakan negatif dari bahan berbahaya.
"Dari total 60 sampel yang diperiksa di lima pasar modern tersebut, seluruhnya menunjukkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya sehingga tingkat keamanan pangan mencapai 100 persen aman," ungkap Taufik.
Baca juga: Jelang Idul Fitri, Pemkot Jaktim pastikan pangan di pasar modern aman
Baca juga: Pemprov DKI perketat pengawasan pangan di pasar mandiri
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026