Hida menegaskan bahwa kehadiran BGN di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan merupakan bagian penting dari strategi memastikan layanan gizi menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata dan berkeadilan.
"Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang kuat secara spiritual sekaligus sehat secara fisik. Oleh karena itu, kami ingin memastikan Program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para santri," ujar Hida dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Mendukbangga: 6,2 juta MBG untuk sasaran 3B telah didistribusikan
Ia mengemukakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari penguatan koordinasi dan pemantauan pelaksanaan Program MBG, khususnya pada momentum Ramadhan.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarang Tengaran Klero yang dinilai tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Pada bulan Ramadhan, MBG turut disalurkan sebagai hidangan berbuka puasa bagi para santri dan warga, sehingga memperluas manfaat program.
Menurut dia, pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.
"Program MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara dalam menyiapkan generasi sehat dan cerdas. Kami mengharapkan dukungan seluruh unsur yayasan agar pelaksanaannya berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel," ucap Hida.
Baca juga: Mendikdasmen pastikan anggaran tambahan pendidikan tidak untuk MBG
Baca juga: Mendukbangga pastikan TPK antar MBG dapat insentif dari SPPG
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026