"Untuk kenyamanan penumpang, fasilitas yang saat ini tersedia meliputi penambahan selasar antar jemput, pengindahan area terminal, ruang perawatan bayi, hingga penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU)," kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPBU Kelas I APT Pranoto I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Senin.
Kadek menambahkan bahwa bandara juga telah menyediakan area layanan pelanggan maskapai, ruang bermain, area merokok, ruang kerja komunal, mesin lapor diri mandiri, parkir inap, mesin ATM, serta penataan alur pemeriksaan keamanan.
Peningkatan kenyamanan ruang tunggu ini terus dioptimalkan dengan jumlah arus penumpang pada sepuluh hari pertama Ramadhan atau periode 19 - 28 Februari tercatat 15.913 orang.
Baca juga: Bandara Soetta: Penerbangan menuju Timur Tengah ditunda
Angka pergerakan masyarakat tersebut terdiri atas 7.765 penumpang yang tiba dan 8.148 penumpang yang berangkat melalui jalur udara.
Jumlah keseluruhan penumpang pada awal bulan puasa tahun ini menunjukkan penurunan sebesar 26,27 persen atau menurun sekitar 5.667 orang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pihak bandara memastikan pelayanan terus berjalan maksimal melalui enam maskapai yang beroperasi dengan rute penerbangan terbanyak menuju Jakarta sebanyak empat kali dalam sehari.
Mengingat cuaca yang tidak menentu, otoritas penerbangan mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kendala perjalanan darat akibat hujan lebat atau banjir dengan tiba lebih awal di terminal.
Baca juga: Dampak penutupan ruang udara, lima penerbangan dari Bali dibatalkan
Para calon penumpang juga diminta agar selalu mewaspadai modus penipuan penjualan tiket elektronik dengan memastikan transaksi hanya dilakukan lewat kanal maskapai atau agen perjalanan resmi.
"Untuk proyeksi lonjakan arus penumpang menjelang libur Lebaran, kami masih belum menerima satupun pengajuan jadwal penerbangan tambahan dari pihak maskapai," ucap Kadek.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026