Denpasar (ANTARA) - Di tengah hangatnya kebersamaan dan harum hidangan khas Bali yang menggoda selera, tersimpan tradisi yang menyatukan hati dalam sebuah lingkaran kebersamaan.

Tradisi itu adalah megibung, sebuah warisan budaya yang bukan hanya tentang makan bersama, tetapi juga tentang merajut rasa persaudaraan dan mempererat ikatan sosial.

Diperkenalkan oleh Raja Karangasem I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem dari Kabupaten Karangasem pada sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi, megibung merupakan tradisi makan bersama nasi dan lauk di atas daun pisang yang diadaptasi dari budaya Hindu Bali.

Tradisi ini diselenggarakan juga oleh masyarakat Muslim Bali guna memperkuat rasa persaudaraan sekaligus menjalin silaturahmi antarumat selama bulan suci Ramadan.

Mari simak melalui rangkaian foto berikut ini:

Komunitas Muslim menikmati makan iftar bersama, yang dikenal sebagai Megibung, di Masjid Baitul Makmur selama Ramadan, di Denpasar, Bali, , Minggu (22/2/2026). ANTARA/Xinhua/Dicky Bisinglasi/aa.
 

 

 

 

 

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026