"Kami akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) kembali, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk memastikan pembagian tugas yang jelas dalam pengawasan pangan," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam rapat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pembentukan satgas itu bertujuan memastikan seluruh pangan olahan di wilayah Jakarta Selatan bebas dari zat berbahaya, seperti formalin, pewarna tekstil, dan zat aditif lainnya.
Nantinya, sambung dia, pihaknya akan menyasar penjual takjil di sejumlah lokasi secara rutin untuk diberikan sosialisasi mengenai keamanan pangan.
"Rencananya, pada tanggal 4 Maret mendatang, kami akan mulai turun ke lapangan. Sasaran utama kami adalah penjual takjil," ujar Anwar.
Satgas tersebut, kata dia, merupakan gabungan dari unsur Suku Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), bagian perekonomian wilayah setempat dan anggota BPOM.
"Kami melibatkan koordinator lapangan dari lokasi binaan pedagang kaki lima untuk memastikan tempat tersebut bebas dari zat berbahaya atau campuran yang dapat membahayakan masyarakat saat mengonsumsinya," tutur Anwar.
Selain sosialisasi secara langsung, pihaknya juga akan menggencarkan sosialisasi melalui media sosial maupun videotron untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri makanan yang mengandung campuran berbahaya.
"Tujuannya agar masyarakat dapat membedakan mana makanan yang aman dan bebas dari zat berbahaya," ungkap Anwar.
Baca juga: BBPOM DKI lakukan pengawasan takjil di lima wilayah selama Ramadhan
Baca juga: BBPOM DKI temukan takjil mengandung pewarna tekstil
Baca juga: Polres Jaksel kerahkan personel untuk antisipasi pasar tumpah Ramadhan
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026