"Abaya juga banyak sekali dimodifikasi, ada yang polos, di-print sampai ada yang lace. Ini adalah salah satu tren yang menarik untuk dilihat karena ada sentuhan budayanya," ucap CEO Scarf Media dan desainer Temi Sumalin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Kehadiran tren abaya dinilai dapat memberikan gaya baru bagi masyarakat selain memakai batik atau tenun dengan cara yang lebih kekinian. Abaya juga dapat dipadu padankan dengan celana panjang jenis palazzo atau rok lipat, sehingga baju itu dapat dikenakan sebagai luaran.
Baca juga: Daerah tempat tinggal tentukan tren fesyen pada baju Lebaran
Temi juga melihat warna-warna dasar seperti khaki, krem, abu-abu sampai hitam akan dapat banyak peminat untuk busana Lebaran tahun ini.
Prediksi itu juga diamini Kepala Pemasaran, Promosi dan Kegiatan Grup Sarinah Elsa Dewi, yang menambahkan warna-warna membumi dapat dikombinasikan dengan warna-warna cerah untuk memberikan kesan lebih rapi dan modern.
Elsa mencontohkan masyarakat dapat mencoba untuk menggabungkan warna pink dengan cokelat, serta memberikan aksen budaya pada tampilannya.
"Tapi, bisa dipadupadankan, sebenarnya sama beberapa hal yang lebih modern. Jadi, tergantung kita padu padankannya," kata Elsa.
Tren lain yang diperkirakan populer untuk Lebaran tahun ini ialah kerudung pashmina dengan motif abstrak, berbeda dengan tahun lalu yang didominasi motif bunga-bunga.
Baca juga: Syifa Hadju belum berencana pakai baju Lebaran kembar dengan El Rumi
Baca juga: Jangan langsung dipakai! Berikut alasan baju baru harus dicuci
Baca juga: Wapres Gibran ajak anak yatim piatu belanja baju Lebaran
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026