Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, guna memastikan ketersediaan beras, minyak, dan komoditas strategis tetap aman dan terkendali.

"Hari ini kami dengan Dinas Perdagangan, Kepala Dinas KPKP (Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian) dan PD Pasar Jaya, maupun teman-teman yang ada di seluruh Tanah Air, kita bersinergi dengan Satgas Pangan untuk mencari solusi supaya harga-harga tetap terkendali seperti kemarin pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Sabtu.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi bersama Perumda Pasar Jaya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, serta para pemangku kepentingan terkait dalam rangka pengendalian inflasi dan penguatan distribusi pangan strategi.

Rizal menyampaikan langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terlibat secara masif dalam mengantisipasi potensi gejolak harga pangan pada periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Upaya stabilisasi juga merujuk pada kebijakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait pembentukan Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Rizal menyampaikan pihaknya telah menyiapkan langkah preventif dan responsif, mulai dari penguatan pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), distribusi beras SPHP, Minyakita, hingga pelaksanaan operasi pasar apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di lapangan.

Dia menegaskan Bulog memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

"Kami juga siap bergerak cepat melakukan operasi pasar bersama pemerintah daerah apabila terdeteksi adanya kenaikan harga yang tidak wajar,” ujar Rizal.

Rizal mengungkapkan pihaknya bersama Perumda Pasar Jaya bersepakat nantinya di 146 di Pasar Jaya Jakarta akan ada Kios Bulog sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog untuk menyuplai komoditi beras SPHP dan MinyaKita kepada pengecer-pengecer di pasar.

Bulog menilai bahwa keberhasilan pengendalian harga pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya menjadi modal penting untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Dengan sinergi yang semakin solid antarinstansi, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.

Perum Bulog menegaskan akan terus hadir sebagai stabilisator harga dan penyangga pasokan pangan nasional, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah melalui langkah-langkah konkret di lapangan.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto menegaskan pihaknya telah memastikan ketersediaan stok di tingkat perkulakan dalam kondisi aman serta secara rutin melaksanakan bazar dan pasar murah di kantor kelurahan, kecamatan, hingga lokasi-lokasi strategis lainnya.

“Selain itu, menjelang HBKN Idul Fitri 2026 kami juga menggelar bazar cabai rawit merah dan cabai merah keriting di gerai-gerai Pasar Jaya, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu, untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan pengendalian inflasi dilakukan melalui monitoring intensif harga dan stok bahan pokok, pengawasan distribusi Minyakita, serta pengawasan LPG 3 kg di seluruh wilayah administrasi.

“Monitoring harga bahan pokok kami lakukan secara rutin melalui sistem SP2KP dan IPJ, baik di pasar rakyat maupun ritel modern. Untuk MinyaKita, kami menggandeng BULOG dan stakeholder terkait agar penyaluran langsung kepada pedagang di pasar prioritas berjalan optimal sehingga harga tetap sesuai HET,” jelasnya.

Selain itu, pengawasan rutin juga diperkuat melalui inspeksi pasar secara berkala, pembentukan grup koordinasi lintas instansi, serta pemantauan harga bahan pokok harian. Apabila ditemukan lonjakan harga, langkah strategis dan taktis akan segera dilakukan agar harga kembali stabil dalam waktu cepat.

 

Baca juga: Dirut Bulog sidak dua pasar di Jakarta stabilkan pangan saat Ramadhan

Baca juga: Bapanas tugasi Bulog salurkan beras-minyak goreng bagi 33,2 juta KPM

Baca juga: Bulog tegaskan kesiapan stok beras hadapi Imlek hingga Lebaran aman

 

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026