Jakarta (ANTARA) - Harga bahan pokok di sejumlah pasar wilayah Jakarta Barat naik drastis di hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada Kamis.

Pedagang sayur-mayur di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan bernama Nuh (65) mengaku harga cabai rawit setan melonjak dari yang sebelumnya Rp50 ribu-Rp60 ribu per kilogram, kini menyentuh harga Rp100 ribu-Rp110 ribu per kilogram (kg).

"Itu sudah seminggu sebelum puasa naiknya," kata Nuh di pasar tersebut.

Sedangkan cabai keriting menembus harga Rp50 ribu per kg dari yang sebelumnya Rp35 ribu per kg.

Sementara itu, cabai tewe merah menembus harga Rp55 ribu-Rp60 ribu per kg dari yang sebelumnya Rp35 ribu per kg. "Kalau tomat stabil, Rp20 ribu (per kg)," tutur Nuh.

Baca juga: Pramono yakini harga cabai di Jakarta kembali normal dalam dua pekan

Kemudian bawang merah kini menembus Rp50 ribu dari yang sebelumnya juga Rp35 ribu per kg. Nuh menyebut, kenaikan harga sejumlah bahan pokok itu membuat pembelian menurun.

"Jadi yang biasanya beli dua kilo, sekarang cuma satu kilo. Biasanya beli satu kilo, sekarang setengah kilo. Mereka (pembeli) hitung-hitung juga kan," ujar Nuh.

Sementara itu, pedagang telur ayam bernama Luki (25) mengaku kini harga telur yang sebelumnya Rp28 ribu kini naik mencapai Rp32 ribu per kg.

Baca juga: Curah hujan tinggi sebabkan harga cabai keriting naik

Pedagang telur ayam di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat bernama Luki (25) tengah bertransaksi dengan pembeli, Kamis (19/2/2026). ANTARA/Risky Syukur
Luki pun memprediksi, harga telur ayam kembali naik menjelang Lebaran. "Biasanya naik lagi pas mau lebaran. Bisa sampai sekitar Rp34 ribu lebih lah per kilo," ujar Luki.

Kenaikan harga pangan juga terjadi di Pasar Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat. Di pasar ini, mulai dari harga daging sapi, ayam potong sampai cabai mengalami kenaikan.

Untuk harga daging sapi dari yang sebelumnya Rp140 ribu per kg kini menjadi Rp 150 ribu per kg.

"Biasanya Rp140 ribu per kilo. Sekarang Rp150 ribu. Naik Rp10 ribu, sudah dari seminggu sebelum puasa," kata Suminta, pedagang daging di Pasar Meruya Ilir.

Baca juga: Harga cabai dan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati merangkak naik

Menurut Suminta, kenaikan harga salah satunya dikarenakan sulitnya pasokan daging saat ini. Ia memprediksi kenaikan akan terus terjadi sampai Idul Fitri.

Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa penjualan masih cukup baik.

"Memang udah biasa kalau mau puasa itu harga naik. Nanti bakal terus naik sampai Lebaran. Tapi untungnya yang beli juga masih banyak. Mereka juga pada ngerti kalau lagi puasa gini harga naik," ujarnya.

Baca juga: Antisipasi lonjakan, Polda Metro Jaya awasi harga bahan pokok di Jakut

Sedangkan Nur, pedagang ayam potong menjerit lantaran harga ayam terus merangkak naik.

"Sekarang enggak ada yang murah. Semuanya pada naik," kata Nur saat ditanyakan terkait harga ayam yang dijualnya.

Di lapaknya, ayam potong paling murah yang berukuran kecil dijualnya, yakni Rp 35 ribu. Dia pun meminta pemerintah agar menstabilkan harga ayam di pasaran pada momen Ramadan saat ini.

"Harusnya harganya dijaga biar murah. Kasihan penjual sama pembeli kalau harganya mahal kayak gini. Ayam kan kebutuhan pokok buat makan," tuturnya.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026