Koordinator Wilayah SPPG Batam Defri Frenaldi menyebutkan mayoritas pendistribusian menggunakan alternatif A atau sistem pengantaran ke sekolah.
Baca juga: SPPG Polda Kepri tunggu arahan BGN terkait aktivitas Ramadhan
“Anak sekolah kembali masuk pada tanggal 23 Februari pekan depan, dan dapur kita kebanyakan menggunakan cara A, yaitu sistem pengantaran ke sekolah,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Rabu.
Melalui mekanisme ini, SPPG menyusun jadwal pengantaran ke setiap sekolah yang telah berkoordinasi dan melakukan pendataan penerima manfaat.
“Ini seperti mekanisme pada umumnya. Ada serah terima paket MBG, dokumentasi dan tanda terima paket,” katanya.
Ia mengatakan pada momen Ramadhan ini, terdapat dua alternatif lainnya, seperti pengambilan paket MBG di dapur dan sistem distribusi ke titik yang disepakati kedua pihak.
Defri menekankan aspek keamanan pangan. Pengantaran makanan dilakukan dengan memperhatikan waktu tempuh, kebersihan, serta perlindungan kemasan dari potensi kontaminasi.
“Nanti yang disalurkan berupa Paket Makanan Kemasan Sehat MBG, yang dikemas langsung menggunakan tote bag. Menu yang direkomendasikan seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan makanan khas lokal lainnya,” katanya.
Paket yang disalurkan berupa Paket Makanan Kemasan Sehat MBG, yakni makanan siap makan yang diproduksi dan dikemas langsung oleh SPPG menggunakan tote bag.
Baca juga: PGN Batam catat 12 dapur MBG beroperasi gunakan gas bumi
Baca juga: SPPG Polda Kepri pertahankan porsi dan nilai gizi MBG saat harga bahan naik
Secara keseluruhan, total penerima manfaat MBG di Batam mencapai 359.985 orang, terdiri atas 301.172 siswa, 433 ibu hamil, 10 ibu menyusui, dan 55.637 balita.
Angka tersebut mencapai 101 persen dari potensi total penerima sebanyak 357.252 orang. “Saat ini terdapat 101 SPPG aktif dari rencana 180 dapur MBG,” katanya.
Ia mengatakan untuk progres per kecamatan, Sei Beduk telah mencapai 81 persen, tertinggi di kota itu.
“Tapi, kalau untuk jumlah penerima manfaat terbanyak berada di Batam Kota dengan sekitar 56 ribu anak dan Sagulung sebanyak 76 ribu anak,” katanya.
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026