Jakarta (ANTARA) - Pengelola Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan menggelar sejumlah kegiatan seperti bazar hingga itikaf selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

"Ada kegiatan pelatihan pemulasaran jenazah, lomba MHQ, adzan, dan hafalan surat pendek, serta kuliah subuh setiap Sabtu dan Minggu," kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Tatang Komara kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya akan menggelar kegiatan layanan kesehatan gratis, bazar Ramadhan, Tarhib Ramadhan, dan kajian itikaf 10 malam akhir.

Tatang menyebut Masjid Agung Al-Azhar siap untuk menggelar salat tarawih sesuai sidang isbat dari Pemerintah melalui Kementerian Agama. "Insya Allah sudah siap baik sarana atau petugasnya," ucapnya.

Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa 17 Februari 2026 belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura).

Dengan demikian, tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriah secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis Pahing tanggal 19 Februari 2026.

Pemerintah Indonesia selama ini menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan hijriah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Hisab berfungsi sebagai informasi awal, sementara rukyat menjadi konfirmasi dalam sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, serta instansi terkait.

Baca juga: Masjid Al-Azhar bagikan 700 takjil per hari selama Ramadhan

Baca juga: Kemenag: Hilal tak penuhi kriteria MABIMS, awal Ramadhan Kamis

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026