Hari ini, kami dari mahasiswa PTIK angkatan 83 melaksanakan kegiatan penyerahan daging meugang untuk masyarakat Langkahan dan sekitarnya,Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) menjalani tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah bersama warga Langkahan yang terdampak bencana banjir bandang.
“Hari ini, kami dari mahasiswa PTIK angkatan 83 melaksanakan kegiatan penyerahan daging meugang untuk masyarakat Langkahan dan sekitarnya,” ujar mahasiswa PTIK angkatan 83 Iptu Pulung Nur Hidayatullah yang ditemui di titik pengungsian Desa Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.
Mahasiswa PTIK, lanjut dia, menyumbang delapan ekor sapi dan tiga ekor kambing. Adapun dana yang digunakan berasal dari swadaya mahasiswa PTIK angkatan 83 yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Aceh Utara.
Setelah melakukan penyerahan sapi dan kambing untuk meugang, para mahasiswa sekolah kepolisian itu pun melakukan kegiatan masak bersama masyarakat.
Baca juga: Sapi bantuan presiden untuk 'meugang' jangkau pengungsi Langkahan
“Kami juga melaksanakan kenduri, melaksanakan doa bersama agar keadaan masyarakat Langkahan ke depan semakin baik dan semakin kuat dalam menghadapi bencana yang ada, apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi bulan Ramadhan,” ujar Pulung.
Hasil masakan berupa kuah beulangong lantas dibagi-bagikan kepada masyarakat yang belum mempunyai rumah dan masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.
“Kami utamakan mereka, karena mereka masih sangat membutuhkan. Kan esensi dari meugang itu kita makan bersama di satu keluarga. Kami mengusung konsep kekeluargaan dengan makan kuah beulangong bersama,” kata Pulung.
Berdasarkan laman resmi pemerintah Aceh, tradisi meugang atau makmeugang merupakan tradisi memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga, kerabat, hingga yatim piatu.
Baca juga: Pemkab Pidie Jaya salurkan bantuan meugang dari Presiden
Tradisi meugang dilakukan oleh masyarakat seluruh Aceh untuk menyambut hari-hari besar suci umat Islam, yakni sebelum bulan Ramadhan, sebelum Idul Fitri, dan sebelum Idul Adha.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Krueng Lingka Efendi Noerdin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh mahasiswa PTIK.
Selain bantuan dari Presiden Prabowo Subianto berupa dua ekor sapi, bantuan yang diberi oleh mahasiswa PTIK juga membantu menyemarakkan tradisi meugang di desa tersebut.
Wabil khusus, menyusul naiknya harga sapi dari yang biasanya Rp140 ribu—Rp150 ribu per kg, menjadi Rp170 ribu—Rp180 ribu per kg.
Baca juga: Baznas bantu 100 sapi untuk Tradisi Meugang korban bencana Aceh
“Alhamdulillah dapat bantuan ini lagi. Jadi, Insya Allah dengan adanya daging ini bisa menjadi penambahan, sehingga warga mungkin bisa mendapatkan sekitar 2 kg per KK,” kata Efendi.
Desa Krueng Lingka terdiri atas 312 KK atau sekitar 1.117 jiwa. Saat ini, terdapat dua titik pengungsian di Desa Krueng Lingka dan tersisa 44 KK yang masih mengungsi.
Sebelumnya, Desa Krueng Lingka telah menerima bantuan sapi untuk melaksanakan tradisi meugang dari Presiden Prabowo Subianto.
Efendi mengatakan, warga di Desa Krueng Lingka menerima dua ekor sapi dengan perkiraan berat kotor 700 kilogram (kg).
Baca juga: Pemkab Aceh Barat beli puluhan ternak dari bantuan presiden
Sedangkan, untuk berat bersih daging murninya, dirinya memperkirakan berada di kisaran 240 kg.
“Kami selaku masyarakat Aceh yang terimbas banjir, yang lagi mengalami musibah besar ini, sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden,” ujar Efendi.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026