Bandarlampung (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta semua pihak mengantisipasi cuaca ekstrem selama Angkutan Lebaran 2026.

"Kami terus berupaya agar penyeberangan ataupun mobilitas dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera atau sebaliknya dapat terlayani dengan baik. Sehingga kami mempersiapkan segala pelayanan," ujar Menhub di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, dengan adanya kondisi cuaca ekstrem semua pihak pun harus mengantisipasinya terutama selama Angkutan Lebaran 2026.

"Berkaitan dengan cuaca ekstrem, kami juga akan berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan lancar," katanya.

Baca juga: Pemerintah optimalkan empat pelabuhan di Banten untuk mudik Lebaran

Dia menjelaskan, bila memungkinkan pun pihaknya akan mempertimbangkan opsi pelaksanaan modifikasi cuaca untuk memberikan layanan kepada masyarakat saat melakukan penyeberangan.

"Kita akan melihat kondisinya sampai dengan saat pelaksanaan posko Angkutan Lebaran pada 13 Maret. Dan pihak kepolisian pun sudah melakukan operasinya sebelum 13 Maret," ucap dia.

Menurut dia, perlu juga dilakukan antisipasi adanya gelombang tinggi di wilayah perairan penyeberangan.

"Telah ada rekomendasi terkait penambahan personel gabungan juga untuk dilakukan pengendalian kemacetan dan mitigasi risiko kecelakaan selama Angkutan Lebaran 2026," tambahnya.

Ia menyatakan pemerintah pusat dan daerah terus berupaya agar mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan lancar.

Baca juga: Menhub menilai penerapan "FWA" dukung kelancaran angkutan Lebaran
Baca juga: Menhub: Pembatasan angkutan barang demi keselamatan angkutan Lebaran

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026