Jakarta (ANTARA) - Realme GT7 nampaknya telah mengantongi sertifikasi dari otoritas China, yaitu China Compulsory Certificate (3C) membuat eksistensinya semakin kuat menjelang kabar peluncurannya.
Dalam basis data platform sertifikasi 3C diketahui ponsel terbaru dari Realme telah mengantongi sertifikasi dengan nomor model RMX6688.
Laporan Gizmochina pada Jumat menyebutkan bahwa ponsel dengan nomor model ini kemungkinan besar adalah Realme GT 7 yang akan datang.
Seperti biasa, sertifikasi tersebut memberikan petunjuk tentang kemampuan pengisian daya cepat perangkat tersebut.
Baca juga: Realme GT7 muncul di daftar Geekbench sinyal siap dirilis
Menurut daftar 3C, ponsel Realme RMX6688 mendukung pengisian daya cepat hingga 100W.
Oleh karena itu, perangkat tersebut bisa jadi adalah Realme GT 7 karena seperti bocoran dari eksekutif realme bahwa ponsel kelas atas terbarunya akan mengantongi dukungan pengisian daya 100 W.
Selain 3C, perangkat tersebut telah menerima sertifikasi Lisensi Akses Jaringan (NAL) di China. Namun, belum ada informasi spesifikasi lainnya yang terungkap tentang perangkat tersebut.
Meski begitu sudah ada rumor yang beredar terkait spesifikasinya, yakni untuk layar ponsel tersebut akan hadir dengan panel OLED datar yang dipasok BOE yang akan mendukung resolusi 1,5K dan kecepatan refresh 144Hz.
Baca juga: realme GT 7 Pro jadi pembuka jalan untuk jadi kuda hitam di industri
Setelah GT 7 Pro yang memulai debutnya pada Desember 2024, GT 7 akan menjadi ponsel andalan kedua merek tersebut yang dilengkapi sensor sidik jari ultrasonik di layar.
Ponsel pintar yang ditenagai Dimensity 9400 Plus diharapkan akan mengemas baterai 7.000mAh dan berjalan pada versi Realme UI 6 yang sedikit dimodifikasi.
Dalam hal desain, ponsel ini diharapkan akan memiliki bodi berperingkat IP69 yang dilengkapi dengan rangka tengah plastik.
Ponsel ini juga diharapkan memiliki ketebalan 8,3mm dan berat di bawah 205 gram.
Baca juga: realme 14 Series 5G akan dirilis di Indonesia April mendatang
Baca juga: realme akan masuki era gaming di 2025
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025