Yerusalem (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (1/4) mencabut pencalonan mantan Komandan Angkatan Laut (AL) Israel Eli Sharvit sebagai Kepala Badan Intelijen Israel atau Dinas Keamanan Dalam Negeri Shin Bet, hanya sehari usai mengumumkan pencalonan tersebut.

Melalui sebuah pernyataan, kantor Netanyahu menyampaikan sang PM kembali menemui Sharvit dan mengucapkan terima kasih atas kesediaan Sharvit untuk bertugas dan memberitahu mantan komandan AL itu bahwa setelah pertimbangan lebih lanjut, dirinya akan mempertimbangkan kandidat lain untuk menggantikan pemimpin Shin Bet saat ini, Ronen Bar, yang pemberhentiannya masih menunggu tinjauan pengadilan.

Netanyahu tidak mengungkapkan alasan pembatalan dari pencalonan tersebut yang diumumkan pada Senin (31/3). Sementara laporan media menyebut langkah itu dilakukan berdasarkan saran dari sekutu Netanyahu, khususnya Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan pemeriksaan yang lebih mendalam.

Selain itu, setelah penunjukkannya, beberapa laporan media juga mewartakan Sharvit yang telah 36 tahun bertugas untuk militer Israel, termasuk lima tahun sebagai komandan AL, pernah mengikuti aksi unjuk rasa menentang rencana Netanyahu yang ingin merombak peradilan.

Perubahan mendadak yang terjadi pada Selasa itu menuai kecaman dari pihak oposisi Israel, yang mendesak Netanyahu untuk mengambil keputusan demi kebaikan negara dan keamanannya alih-alih berkompromi dengan tekanan politik.

Tangkapan layar dari sebuah video menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan pada 26 November 2024. ANTARA/Handout via Xinhua/GPO

Pemerintah Israel menyetujui pemecatan Bar pada 21 Maret, dengan alasan kurangnya kepercayaan, yang menandai pertama kalinya dalam sejarah Israel pemerintah mencopot pimpinan Shin Bet.

Namun, pengadilan tinggi Israel menangguhkan pemecatan Bar, dengan putusan akhir tidak akan dirilis sebelum 8 April.

Ketegangan antara Netanyahu dan Bar meningkat terkait akuntabilitas atas kegagalan pengamanan yang memberi jalan terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Ketegangan tersebut dipicu oleh penyelidikan Shin Bet terhadap pengambilan keputusan pemerintah di masa perang dan kasus "Qatar-Gate", yang melibatkan dugaan kontak rahasia antara para pembantu Netanyahu dan pejabat Qatar.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025