Jadi, ketika calon penumpang sebelum naik kereta, itu sudah merasa nyaman dahulu di ruang tunggu yang saya lihat.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meninjau fasilitas ramah perempuan dan anak di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis, guna memastikan kelancaran momen mudik Lebaran 2025.

Menurut dia, fasilitas dan layanan di Stasiun Gambir pada momen arus mudik Lebaran 2025 saat ini sudah jauh sangat berbeda dari zaman dahulu karena sekarang sudah jauh lebih baik dan nyaman.

"Jadi, ketika calon penumpang sebelum naik kereta, itu sudah merasa nyaman dahulu di ruang tunggu yang saya lihat," ujar Arifah dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis.

Pada ruang tunggu keberangkatan kereta api di Stasiun Gambir, dia menyampaikan terdapat area membaca dan area bermain bagi anak-anak.

Di area membaca, Menteri PPPA menyebutkan terdapat beberapa buku yang dibagikan secara gratis agar bisa dibaca oleh anak-anak pemudik yang menunggu kereta, yang merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Arifah menekankan bahwa aktivitas tersebut penting guna mengurangi penggunaan gawai pada anak sehingga sejalan dengan program Kementerian PPPA.

Baca juga: Menteri Arifah: Pesantren dan santri pilar pembangunan Indonesia Emas

Baca juga: Menteri PPPA dorong penguatan peran perempuan di Cirebon

Sementara itu, di area bermain, dia menyebutkan terdapat pula pendongeng dari pegiat literasi yang menceritakan keindahan serta kekayaan Indonesia guna membangun rasa cinta dan nasionalisme bagi anak-anak.

"Para pendongeng ini membuat ruang bermainnya menjadi komplet," tuturnya.

Selain ruang tunggu, Arifah menuturkan bahwa ruang laktasi di Stasiun Gambir juga terlihat sangat nyaman dengan fasilitas yang memadai.

Begitu pula dengan musala yang ada di Stasiun Gambir, dia berpendapat musala yang ada sangat nyaman karena tempat duduknya berbeda antara laki-laki dan perempuan sehingga tidak ada aurat yang terlihat untuk kaum perempuan.

"Mukenanya juga bersih-bersih dan harum. Jadi, yang salat bisa khusyuk karena tidak terganggu oleh mukena yang biasanya kurang bersih," tutur Arifah.

Di dalam kereta, dia mengungkapkan ruang restorasi yang ada juga sangat nyaman bagi penumpang yang ingin menyantap makanan.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2025