Jamaah Indonesia tempati 100 hektare di Arafah

Rabu, 12 Oktober 2011 18:32 WIB | Dilihat 1 Kali
Padang Arafah Suasana senja saat matahari terbenam di padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, Senin (10/10). Padang Arafah terletak di luar tanah haram yang berjarak kurang lebih 21 km dari Mekkah dengan luas keseluruhan 10,4 km persegi yang merupakan tempat wukuf pada puncak haji pada tanggal 9 Dzulhijah. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/pd/11).
Mekah (ANTARA News) - Calon jamaah haji Indonesia akan menempati areal seluas 100 hektare saat wukuf di Arafah dan merupakan areal terluas dibanding jamaah dari negara lainnya.

"Lokasi yang nanti akan ditempati oleh ratusan ribu jamaah Indonesia sudah ditetapkan dengan lokasi yang strategis," kata Kepala Satuan Operasi Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina) Abu Haris kepada pers di Arafah, Mekah, Rabu.

Hal tersebut dikatakan usai dirinya bersama rombongan meninjau lokasi yang nanti akan ditempati ratusan ribu jamaah Indonesia saat berada di Arafah.

Dikatakan, berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan jamaah calon haji Indonsia sedang dipersiapkan agar nanti pada waktunya bisa memberikan pelayanan yang baik.

Menurut rencana empat hari menjelang puncak haji tenda yang nanti akan digunakan untuk berteduh jamaah akan dipasang, termasuk membersihkan rumput serta ilalang yang saat ini tumbuh di Arafah.

"H-4 segala persiapan sudah kita selesaikan termasuk dengan mendirikan tenda, membersihkan toilet serta meyiapkan airnya," kata Abu.

Tenda yang akan digunakan besarnya 4x4 yang mampu menampung sekitar 10-15 jamaah dengan satu maktab mencapai 2.500-3.000 jamaah.

Sedangkan satu maktab, katanya, tersedia toilet sebanyak 20 buah yang bisa digunakan untuk buang air kecil dan besar bahkan mungkin mandi.

Dikatakan, untuk mengetahui bahwa lokasi nanti ditempati jamaah Indonesia akan dipasang bendera Merah Putih dan dikelilingi pagar untuk keamanan.

"Saya menilai lokasi yang nanti akan ditempati jamaah Indonesia tidak rawan," katanya menambahkan.

(ANTARA)