Ika mohon maaf telah mengecewakan

Minggu, 03 November 2013 14:46 WIB | Dilihat 8942 Kali
Fitri Supratiwi
Jamaah Muslim mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram pada puncak pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, Kamis (17/10). Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha yang menandakan akhir ibadah Haji dengan menyembelih hewan kurban. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Makkah (ANTARA News) - Ika binti Abdurrozak (43), yang terpaksa melahirkan di pemondokan haji Indonesia di Sektor 6 Makkah, pekan lalu, meminta maaf karena telah mengecewakan banyak pihak.

"Mohon maaf, mungkin saya sudah mengecewakan semua petugas, saya sudah merepotkan," ujar Ika saat dijenguk di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu siang (2/11) waktu setempat.

Hal yang membuat ibu empat anak itu tidak "enak hati" adalah, dia hanya ingin melaksanakan ibadah haji bukannya ingin melahirkan di Tanah Suci.

"Terima kasih kepada dokter dan pengurus ... Saya hanya ingin ibadah, bukan ingin melahirkan di Arab," kata perempuan yang sudah memiliki cucu itu. Bayi mungilnya yang lahir di Tanah Suci itu perempuan, diberi nama Makkiyah Marwah. 

Sebelum melahirkan Makkiyah, Ika dan suaminya, Jaman Bin Mismin (50), sudah dikaruniai tiga anak, masing-masing berusia 28, 24, dan 22 tahun.

Meski sudah lama tidak mengandung dan melahirkan, Ika mengaku selama hamil hingga melahirkan Makkiyah tidak ada keluhan berarti. "Kondisi dari hamil sampai melahirkan tidak ada keluhan, sehat," katanya.

Meski demikian, dia memastikan tidak akan mengijinkan anaknya pergi haji dalam keadaan hamil, karena ibadah haji cukup melelahkan dan membutuhkan fisik yang kuat.

"Ibadah haji itu capek. Saya kira tempat-tempatnya berdekatan, ternyata cukup jauh dan melelahkan. Kalau anak saya hamil mau pergi haji tidak akan saya ijinkan," katanya.

Saat ditanya siapa yang memberi nama Makkiyah Marwah pada bayinya, Ika mengaku dialah yang memilih nama itu.

"Saat istirahat di Marwah usai sai, saya berpikir akan memberi nama anak saya Siti Marwah, ternyata lahirnya di Makkah jadi sekalian dinamai Makkiyah Marwah," katanya.