Sebagian barang tercecer di Madinah akan dikembalikan

Sabtu, 05 Oktober 2013 20:03 WIB | Dilihat 3317 Kali
Budi Santoso
Puluhan jamaah haji Indonesia mengikuti kuliah subuh di Mesjid Nabawi Madinah pekan lalu. Saat ini semua jamaah sudah di Makkah. (FOTO ANTARA/Budi Santoso)
Madinah (ANTARA News) - Sebagian dari 39 barang yang tercecer di Madinah akan dibawa ke Makkah untuk dikembalikan, sementara barang yang belum diketahui pemiliknya akan diserahkan ke yayasan setempat jika tidak ada yang mengakuinya.

"Barang yang sudah jelas identitasnya sudah kita data milik siapa dari kloter mana, dan besok kita serahkan ke PAM Daker Makkah untuk diserahkan ke pemiliknya karena semua jamaah saat ini sudah di Makkah," kata Kepala Daker Madinah Akhmad Jauhari di Madinah, Sabtu.

Ia menjelaskan, barang yang tercecer itu sekitar 29 di antaranya ditemukan di Masjid Nabawi oleh keamanan setempat, sementara sisanya tercecer di berbagai tempat dan diserahkan ke petugas keamanan Daker Madinah.

"Ada KTP, tas dada, gelang, dompet, dokumen lain dan uang yang jumlahnya Rp13.842.000 serta 8.538 riyal," katanya.

Sementara Toto Mustofa, anggota PAM Daker Madinah menjelaskan, empat dompet yang ditemukan petugas keamanan Masjid Nabawi sudah tidak terdapat uang, tetapi masih ada dokumen lain sehingga mudah diketahui siapa pemiliknya.

Selain barang-barang itu, ia mengungkapkan, saat penyisiran kamar-kamar hotel yang ditinggalkan jamaah ternyata banyak juga ditemukan baju-baju yang sebagian besar milik jamaah perempuan. "Ada puluhan baju yang ditinggalkan, diduga karena koper mereka sudah penuh. Tapi ada sebagian kecil baju itu ada yang sobek," katanya.

Sebelumnya Seksi PAM Daker Madinah mengambil sekitar 29 barang milik jamaah haji Indonesia tercecer dan diamankan petugas Masjid Nabawi.

Barang itu sudah lama diamankan petugas Mesjid Nabawi, namun proses pengambilannya perlu surat pengantar sehingga baru diambil Senin (30/9) lalu dengan dibuat berita acara yang dilengkapi foto-foto barang yang diserahterimakan.

Toto meminta agar jamaah benar-benar menjaga barang bawaannya terutama saat berdesak-desakkan mau masuk Raudlah, tempat antara mimbar dan Makam Rosulullah, atau saat ingin tiduran di Masjid Nabawi.

"Biasanya jamaah terkesima setelah mendekati Raudlah sehingga lupa akan barang-barang yang diselempangkan ke belakang," katanya.