Angka kriminal di Madinah menurun

Kamis, 03 Oktober 2013 22:24 WIB | Dilihat 3190 Kali
Budi Santoso
Ilustrasi. Suasana di sekitar pemondokan haji di bakhutmah, Makkah. Kawasan bakhutmah adalah daerah yg paling banyak dihuni jemaah Indonesia. (ANTARANEWS/Fitri Supratiwi)
Madinah (ANTARA News) - Angka kriminalitas yang menimpa jamaah calon haji Indonesia di Madinah selama masa tinggal gelombang pertama menurun dibanding tahun sebelumnya, kata Kadaker Madinah Ahmad Jauhari, di Madinah, Kamis.

Ia menjelaskan, tidak ada kasus pencurian atau kehilangan barang di pondokan, sementara musim sebelumnya tercatat tiga kasus, demikian juga kasus perampasan dan penipuan di sekitar Masjid Nabawi tercatat hanya tiga kasus sementara tahun sebelumnya tercatat masing-masing tujuh kasus.

"Jumlah kerugian akibat penipuan dan perampasan sampai sekarang tercatat Rp34,8 juta sementara tahun lalu kerugian tercatat Rp152 juta lebih," katanya.

Demikian juga kasus kehilangan di Masjid Nabawi seperti jatuh, tertinggal atau lupa hanya dilaporkan delapan kasus, sementara tahun lalu mencapai 28 kasus.

"Kasus yang tercatat ini adalah kasus yang dilaporkan, jadi ada juga kasus yang tidak dilaporkan, namun secara keseluruhan tingkat kriminal jauh menurun," katanya.

Namun, ia menyayangkan kasus kebakaran di pondokan masih tetap terjadi karena keteledoran jamaah. "Terjadi dua kasus kebakaran, sama seperti tahun lalu namun cepat teratasi karena setiap pondokan ada alat pendeteksi asap," katanya.

Sementara terkait pelayanan barang jamaah, Jauhari mengungkapkan, masih dijumpai koper jamaah tidak bisa diangkut secara bersamaan saat rombongan bergerak ke Mekkah karena banyak tambahan oleh-oleh yang dibeli jamaah.

Namun, pihak pengelola transportasi telah mengangkut barang tertinggal sebanyak dua kali dengan angkutan bus sedang dan satu kali dengan truk.

Ada juga kasus saling tertukar bagasi pesawat antara kloter 9 Jakarta-Bekasi dan kloter 10 Jakarta-Bekasi serta kasus satu penerbangan yang tidak membawa bagasi yaitu menimpa kloter 9 Surabaya sehingga barang kloter itu diangkut kloter 10 Surabaya.

Gelombang pertama jamaah haji reguler dari Indonesia di Madinah berakhir Kamis petang karena semua jamaah sudah diberangkatkan ke Makkah. Sementara jemaah haji Indonesia yang masih tinggal di Madinah hanya dari penyelenggara haji khusus,
(B013/Z002)