Calon haji kembali diingatkan tidak bawa benda terlarang

Senin, 01 Oktober 2012 22:27 WIB | Dilihat 5246 Kali
Ilustrasi. Jemaah haji. (FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat)
Padang (ANTARA News) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang mengingatkan kembali kepada jamaah calon haji (calhaj) agar tidak membawa barang-barang yang dilarang dalam aturan penerbangan.

"Hingga keberangkatan kloter X Embarkasi Padang masih ditemukan ada jamaah membawa barang yang dilarang seperti gunting kuku, paku, air mineral dan lainnya," kata Kepala Bidang Penerbangan udara PPIH Embarkasi Padang Zulham di Padang, Senin.

Menurut dia, kendati jumlah barang yang dilarang jumlahnya telah jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya, namun masih tetap ada ditemukan.

Sejak jauh hari PPIH telah memberitahu kepada jamaah agar tidak membawa barang-barang yang dilarang sesuai aturan penerbangan agar proses keberangkatan tidak mengalami penundaan.

Ia menyebutkan barang-barang yang dilarang yang sering ditemukan adalah , silet, paku, gunting, pisau cutter, korek api gas, peniti, alat cukur, gunting kuku dan lainnya.

Menurut dia, sebenarnya barang-barang tersebut dapat dibawa dengan syarat dimasukan kedalam tas yang ditempatkan di bagasi pesawat.

Selain itu benda-benda tersebut sangat mudah didapatkan di Tanah Suci sehingga tidak perlu harus dibawa dari Tanah Air, kata dia.

Selama ini benda-benda tersebut berada di tas tenteng jamaah yang dibawa ke kabin pesawat. Benda-benda terlarang yang ditemukan tersebut disita oleh petugas untuk dikumpulkan dan direncanakan akan dibagi kepada panti asuhan.

Kepala Bidang Haji Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar Syamsul Bahri sebelumnya juga mengingatkan jamaah calon haji memperhatikan barang bawaan maksimal yang dibolehkan hanya 32 kilogram.

Jamaah calon haji harus mengantisipasi dengan memastikan barang bawaan tidak lebih dari 32 kilogram untuk menghindari persoalan saat menaiki pesawat udara, kata dia.

Menurut dia, barang bawaan calon haji yang dibolehkan maksimal dua jenis terdiri atas satu koper maksimal berisi 32 kilogram dan satu tas yang ditenteng.

Dilakukannya pembatasan barang bawaan calon jamaah haji dengan pertimbangannya daya angkut pesawat untuk keselamatan penerbangan, lanjut dia.

Begitu juga saat hendak kembali dari kota Mekkah berat barang jamaah yang diperkenankan maksimal tetap 32 kilogram.

Ini perlu menjadi perhatian agar tidak menghambat proses keberangkatan saat di Bandara Internasional Minangkabau, lanjut dia.

(KR-IWY/R014)