Calon haji dilarang bawa tas di luar ketentuan

Senin, 01 Oktober 2012 06:18 WIB | Dilihat 4697 Kali
Ilustrasi. Sejumlah petugas menata koper calon jemaah haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng, Rabu (19/9). Embarkasi Adi Sumarmo akan memberangkatkan 375 calon jemaah haji asal sukoharjo pada kloter pertama pada Jumat (21/9), pukul 07:15. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Medan (ANTARA News) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Medan mengingatkan kepada calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah, agar tidak membawa barang berupa tas yang di luar ketentuan.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Abdur Rahman Harahap melalui Koordinator Humas HM Sazli Nasution, Minggu.

Barang-barang bawaan calon jamaah haji (Calhaj) Sumut, menurut Rahman, haruslah yang telah ditentukan PPIH Embarkasi Medan.Dan diluar dari ketentuan tersebut, jelas tidak dibenarkan atau dilarang.

"PPIH Embarkasi Medan tetap menyeleksi ekstra ketat tas bawaan dari Calhaj ketika memasuki Gedung Asrama Haji dan melakukan registrasi sebelum berangkat ke Tanah Suci," ucap dia.

Rahman mengatakan, pihaknya juga tidak mau nantinya disalahkan, ketika jamaah calon haji Sumut ini tiba di Tanah Suci.

Sebab, katanya, seluruh barang bawaan berupa tas jamaah calon haji dari tanah air ini juga akan diperiksa ketat di Tanah Suci.

"Saya meminta kesadaran bagi jamaah calon haji agar mematuhi segala ketentuan dan tetap disiplin.Tunjukkan bahwa kita adalah jamaah yang baik dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan," katanya.

Dia menambahkan, PPIH Embarkasi Medan tidak membenarkan Calhaj Kelompok Terbang (Kloter) 10 yang membawa tas terbuat dari kain yang dililitkan dipinggang untuk dibawa berangkat ke tanah suci.

Karena tas yang diberikan pada Calhaj itu, menurut dia, ada muatan politisnya dari salah satu Partai Politik (Parpol) dalam menyongsong Pilpres, Pilkada Gubernur, maupun Pilkada Bupati/Wali Kota.

"Para Calhaj yang akan berangkat ke tanah suci, tidak dibenarkan menerima bantuan berupa tas dari Parpol.Dan janganlah Calhaj tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan politik," ujarnya.

Lebih lanjut Rahman mengatakan, tas kain yang dibawa Calhaj Kloter 10 itu, diketahui setelah mereka masuk ke Asrama Haji Medan, Minggu (30/9).

Selanjutnya, PPIH meminta Calhaj asal Padang Sidempuan itu, agar membuka tas yang dililitkan dipinggang jamaah haji tersebut.

"Saat ini, tas yang tidak dibenarkan dibawa jamaah haji itu, diamankan dan disimpan di satu tempat di Gedung Asrama Haji Medan," ucapnya.

Rahman menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan Panitia Haji pada Kabupaten/Kota di Sumut harus lebih selektif mengawasi barang bawaan Calhaj tersebut.

Sementara itu, sebanyak 450 Calhaj Kloter 10 Embarkasi Medan direncanakan akan berangkat ke Tanah Suci, Senin (1/10) sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Polonia.

Jumlah calon haji Sumut tahun 2012 yang berangkat ke tanah suci sebanyak 8.324 orang, terdiri atas jamaah haji (8.234 orang) dan petugas haji (90 orang).

(ANT)