Seorang pasien stroke diberangkatkan ke Mekkah

Sabtu, 29 September 2012 04:55 WIB | Dilihat 2933 Kali
Jeddah (ANTARA News) - Balai Pengobatan Haji Indonesia terpaksa memberangkatkan seorang anggota jamaah haji ke Mekkah karena sudah terkena stroke dan komplikasi diabetes melitus dan hipertensi.

Kasie Pelayanan Kesehatan Daerah Kerja Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Sabtu dini hari, mengatakan pasien itu bernama Zainal Abidin Cikaning (69) asal Padang dan dilarikan ke BPHI Mekkah agar tidak memberatkan pasien karena perjalanan jauh ke Madinah.

Zainal dan kelompok terbangnya masih termasuk dalam gelombang pertama yang setelah mendarat di King Abdul Azis Jeddah diberangkatkan ke Madinah.

Zainal tergabung dalam kloter 7 Padang dengan nomor pasport A 3376314 dan terbang dengan Garuda Indonesia bernomer GA-3507.

Ananto menjelaskan, pasien sebenarnya sudah mengalami serangan stroke sejak lima hari lalu atau sebelum bertolak ke Arab Saudi. Selayaknya, Zainal tidak dibolehkan terbang jauh hingga ke Jeddah.

"Karena sudah tiba di Jeddah, maka kami (petugas kesehatan) menerima dan akan merawatnya. Stroke yang dialami pasien cukup serius dan selama penerbangan dalam kondisi sadar," kata Ananto.

Sebelumnya, Idris bin Usman Jaman (72) asal Aceh bernomer paspor A2735180, yang terkena serangan jantung di pesawat dan dirawat di RS King Fadh, kondisinya sudah mulai membaik.

"Kondisinya sudah membaik setelah dirawat di `emergency room` dan sudah tidak diare lagi," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Daker Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Jumat malam atau Sabtu dini hari.

Idris yang tergabung dalam kloter GA2106 dan mendarat di Bandara King Abduk Azis Jeddah sekitar pukul 14:15 waktu Saudi, Rabu (26/9) terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena Balai Pengobatan Haji Indonesia di Bandara King Abdul Azis khawatir pada kondisinya.

Ananto menyatakan Idris terkena serangan saat masih di pesawat dan mendarat dalam kondisi lemah.

"Tensi darahnya rendah, rekam jantung tidak baik sehingga diputuskan untuk dirujuk ke RS King Fadh," kata Ananto.

Kini tekanan darah Idris sudah normal, kata Ananto, dan diharapkan bisa bergabung dengan teman satu kloter yang sudah ke Madinah. "Pemeriksaan dokter dilakukan Sabtu hari ini pada pukul 10.00 waktu Saudi," katanya.

(E007)