Garuda ubah jadwal keberangkatan haji dari Solo

Kamis, 27 September 2012 18:23 WIB | Dilihat 2105 Kali
Ilustrasi - Calon jemaah Haji.(FOTO ANTARA/Septianda Perdana)
Jeddah (ANTARA News) - PT Garuda Indonesia mengubah jadwal keberangkatan dua kelompok terbang dari Solo yakni kloter 22 dan 23, karena terjadinya perubahan slot time dan rotasi pesawat.

Kepala daerah kerja Jeddah Ahmad Abdullah di Jeddah, Kamis, mengatakan Kloter 22 Solo dengan kode penerbangan GA-6405 yang semula berangkat pada 10.15 Kamis (27/9) dan tiba pukul 17.45 WIB menjadi 13.00 dan tiba di Jeddah pukul 29.30 waktu Saudi.

Sementara Kloter 23 Solo dengan kode penerbangan GA-6005 yang semula berangkat pada hari yang sama pada 13.15 dan tiba pada 20.45 WIB menjadi berangkat pada 16.00 dan tiba di Jeddah pada 23.30 waktu Saudi.

Abdullah menyatakan berdasarkan info dari Garuda, perubahan itu terjadi karena adanya perubahan slot time dan rotasi pesawat.

Sebelumnya, Abdullah menyatakan berdasarkan data yang dimilikinya sekitar 20 persen dari dari 53 kelompok terbang yang mendarat di King Abdul Azis Jeddah terlambat di atas dua jam.

Kondisi ini secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada pelayanan lain, seperti katering, transportasi dan lainnya.

"Ya, kalau yang ditanya siapa yang paling dirugikan, ya, jamaah itu sendiri yang menunggu lebih lama," kata Abdullah. Tahun ini sebagian besar jamaah haji Indonesia berusia di atas 50 tahun.

Hari Kamis pesawat dari Makasar dengan nomor penerbangan GA1204 yang direncanakan mendarat pukul 13.15 waktu Saudi baru akan mendarat pukul 19.45.

Pada Selasa (25/9) pesawat Garuda dari Solo dengan kode penerbangan GA6203 yang direncanakan mendarat pukul 14.45 baru mendarat pukul 19.30.



Kompensasi keterlambatan

Abdullah menjelaskan dalam kesepakatan dinyatakan jika pesawat terlambat tiga jam maka maskapai wajib memberikan makanan kecil, sementara jika terlambat hingga enam jam maka wajib memberi makanan pokok dan penginapan di tempat jamaah semula.

"Jika di Tanah Air maka biasanya jamaah diinapkan (menungggu) di asrama haji, jika di Jeddah maka menanti di hotel transit," kata Abdullah.

Dia juga menjelaskan jika terjadi penumpukan maka pihak Garuda wajib mencari hotel lain bagi jamaah lain yang ingin masuk (check in).

Di Jeddah, pada saat kepulangan, penggunaan hotel dilakukan secara bergantian karena mereka hanya transit di satu malam.

Terlepas dari itu semua, Abdullah menyatakan tetap berfikir positif karena keterlambatan mungkin terjadi di luar kewenangan Garuda.

"Kami berharap angka keterlambatan menurun agar jamaah datang tepat waktu dan tidak lelah menunggu," kata Abdullah.

(E007)