20 persen dari 53 kloter Garuda terlambat

Kamis, 27 September 2012 03:14 WIB | Dilihat 3946 Kali
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jeddah (ANTARA News) - Sekitar 20 persen dari dari 53 kelompok terbang yang mendarat di King Abdul Azis Jeddah, terlambat di atas dua jam.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Ahmad Abdullah mengatakan kondisi ini secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada pelayanan lain, seperti katering, transportasi dan lainnya.

"Ya, kalau yang ditanya siapa yang paling dirugikan, ya, jamaah itu sendiri yang menunggu lebih lama," kata Abdullah. Tahun ini sebagian besar jamaah haji Indonesia berusia di atas 50 tahun.

Hari ini pesawat dari Makasar dengan nomer penerbangan GA1204 yang direncanakan mendarat pukul 13.15 waktu Saudi baru akan mendarat pukul 19.45.

Pada Selasa (25/9) pesawat Garuda dari Solo dengan kode penerbangan GA6203 yang direncanakan mendarat pukul 14.45 baru mendarat pukul 19.30 waktu setempat.

Abdullah menjelaskan dalam kesepakatan dinyatakan jika pesawat terlambat tiga jam maka maskapai wajib memberikan makanan kecil, sementara jika terlambat hingga enam jam maka wajib memberi makanan pokok dan penginapan di tempat jamaah semula.

"Jika di tanah air maka biasanya jamaah diinapkan (menungggu) di asrama haji, jika di Jeddah maka menanti di hotel transit," kata Abdullah.

Dia juga menjelaskan jika terjadi penumpukan maka pihak Garuda wajib mencari hotel lain bagi jamaah lain yang ingin masuk (check in).

Di Jeddah, pada saat kepulangan, penggunaan hotel dilakukan secara bergantian karena mereka hanya transit di satu malam.

Terlepas dari itu semua, Abdullah menyatakan tetap berfikir positif karena keterlambatan mungkin terjadi di luar kewenangan Garuda.

"Kami berharap angka keterlambatan menurun agar jamaah datang tepat waktu dan tidak lelah menunggu," kata Abdullah.

Hingga pukul 20.00 waktu Saudi atau pukul 00.00 WIB sudah 53 kloter yang mendarat di Jeddah dengan total anggota jamaah 19.635 calon haji.

(E007)